Sejumlah Sumur di Plosolor Kediri Diduga Tercemar Limbah Pabrik Gula, Warga Terpaksa Beli Air untuk Memasak

Kediri
Caption: Munaim, salah satu warga Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, yang sumurnya diduga tercemar limbah pabrik gula, Sabtu (5/4/2025). Doc: Istimewa

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Warga Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tiga bulan belakangan merasa resah lantaran sumur di rumah mereka diduga tercemar limbah dari hasil pemrosesan tebu milik salah satu pabrik gula.

Dugaan pencemaran sumur itu mengakibatkan air berwarna kuning keruh, berminyak, dan berbau tidak sedap.

Bacaan Lainnya

Munaim, salah satu warga setempat mengatakan, ada beberapa sumur warga yang diduga tercemar limbah.

“Dugaanya dari limbah pabrik gula, yang membuang limbah di HGU di sini,” ucap Munaim, Sabtu (5/4/2025).

Munaim menyebut, pencemaran itu terjadi sejak awal tahun 2025, dan tidak berhenti hingga hari ini.

“Pertengahan tahun 2025 pabrik gula menaruh limbah di kawasan HGU di dekat sini, dulu belum hujan tidak ada efek, setelah hujan ini sumur-sumur mulai tercemar,” katanya.

Akibat kejadian itu, keluarga Munaim hari ini harus membeli air bersih untuk keperluan memasak.

“Untuk memasak kita beli galon, kalau mandi kita ambil air dari sumur yang belum terkontaminasi,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan bahwa warga yang terimbas sudah melapor ke Pemerintah Desa Plosolor, namun hingga kini belum ada kejelasan bagaimana nasib warga yang sumurnya tercemar.

“Laporan sudah, ke desa hingga kecamatan, namun hingga hari ini belum menemukan titik terang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Plosolor, Pujiyono, menyebut pihak desa sudah berupaya melaporkan kasus ini ke kecamatan.

Bahkan, kata dia, beberapa kali Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri sudah mengecek ke lokasi sumur yang diduga tercemar.

“Hasil lab-nya dari dinas kesehatan menyebut kalau air tidak layak konsumsi, dan untuk dinas lingkungan hidup belum jelas hasilnya,” kata Pujiyono.

Lebih lanjut, kata Pujiyono, saat ini pihaknya telah berupaya meminta audiensi kepada pihak PG Pesantren Baru untuk permasalahan ini.

“Masih mengajukan audiensi namun belum direspon,” tutupnya.

Pos terkait