Tragedi Bunuh Diri Sekeluarga di Malang, Begini Nasib Putri Satu-satunya yang Selamat

Bunuh Diri Sekeluarga
ilustrasi tragedi Guru SD Sekeluarga Bunuh Diri (Freepik)

Metaranews.co, News – Tragedi bunuh diri sekeluarga di Malang yang menewaskan sang ayah berinisial WE (44) berprofesi sebagai guru SD, sang ibu berinisial SU (40), dan seorang putri berinisial RY (12) yang masih duduk di bangku kelas 7 SMP menyisakan luka mendalam bagi satu-satunya putri mereka berinisial K (13) yang selamat dalam peristiwa tersebut. 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang memastikan memberi perhatian kepada putri korban bunuh diri di Pakis, Kabupaten Malang yang selamat.

Bacaan Lainnya

K (13) saat ini dirawat oleh keluarga sang ibu yang berada di Sekarpuro, Kabupaten Malang. Putri korban diberikan pendampingan untuk menghindarkan kejadian serupa.

“Kami akan melakukan pendampingan psikolog mulai hari ini,” ujar Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana dikutip dari Suara.com. 

Pihaknya juga memastikan akan memberikan beasiswa kepada putri korban. 

“Kami juga menanggung beasiswa pendidikan anaknya sementara ini sampai dia SMA. Tapi kami akan berusaha agar anak itu bisa dapat beasiswa sampai ke perguruan tinggi,” katanya.

Adapun korban ayah berinisial W (43) merupakan guru di SDN Sukun 3. Menurut Suwarjana, korban sudah berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Menurut keterangan teman-temannya, korban dikenal sebagai sosok yang rajin dan taat beribadah.

“W rajin puasa Senin Kamis, tidak pernah putus, salat sunah juga jalan terus. Terakhir hari Senin (11/12/2023) itu masih masuk, normal. Hanya dia izin jam 09.00 WIB itu mau menjemput putrinya di SMPN 3, hanya itu saja. Terus Selasa (12/12/2023) pagi ditemukan meninggal,” katanya.

Tidak ada perubahan atau tanda-tanda ganjal terhadap korban sebelum ditemukan meninggal karena bunuh diri. Suwarjana pun mengaku belum mengetahui motifnya.

“Dugaannya kenapa, kami belum tahu. Tapi katakanlah kalau misal ada tunggakan di sekolah anak (masalah ekonomi), kan kedua anaknya (K dan almh R) sekolah di SMP negeri, jadi gratis,” ungkapnya.

Disdikbud Kota Malang juga telah memberikan uang duka beserta hak-hak lainnya kepada keluarga korban. 

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang didapat dari kepolisian, dugaan motif bunuh diri ialah karena utang. 

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat menyebutkan hal tersebut juga berdasarkan keterangan dari beberapa saksi yang menyampaikan korban bapak W pernah memberitahu bahwa sepertinya tidak bisa mengembalikan hutang.

Pernyataan tersebut disampaikan korban bapak W sekitar sepekan sebelum kejadian bunuh diri.

Diberitakan sebelumnya, satu keluarga bunuh diri, yakni ayah dan ibunya, W (43), S (40), dan satu saudara kembarnya, R (13) di dalam rumah kontrakan di Dusun Boro Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Selasa (12/12/2023) siang.

 

 

penulis : adinda

 

Pos terkait