Isra’ Mi’raj di PPST Ar-Risalah, Wali Kota Kediri Tekankan Iman dan Akhlak sebagai Benteng Tantangan Zaman

Kediri
Caption: Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, memberikan sambutan dalam kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Salafiy Terpadu (PPST) Ar-Risalah, Sabtu (17/1/2026). Doc: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kediri

Metaranews.co, Kota Kediri – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Salafiy Terpadu (PPST) Ar-Risalah, Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan tersebut diisi Mauidhoh Hasanah oleh KH Zulfa Mustofa dan diikuti santri, pengasuh pondok pesantren, serta tamu undangan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Vinanda Prameswati yang akrab disapa Mbak Wali, menegaskan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj menyimpan pesan spiritual yang mendalam dan relevan bagi kehidupan umat Islam di tengah dinamika zaman.

“Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa yang mengandung pesan mendalam bagi kehidupan umat Islam,” jelasnya.

“Dari perjalanan Rasulullah SAW menembus batas ruang dan waktu, kita diajarkan bahwa kedekatan dengan Allah adalah sumber kekuatan utama dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan,” lanjut Mbak Wali.

Ia menekankan bahwa Isra’ Mi’raj juga menghadirkan perintah salat sebagai tiang agama.

Salat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga sarana membentuk pribadi yang disiplin, jujur, sabar, dan berakhlak mulia. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang rukun, damai, dan berkeadaban.

Menurut Mbak Wali, pesan Isra’ Mi’raj tetap relevan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat saat ini.

Di tengah tantangan zaman yang kompleks, seperti arus digitalisasi, perubahan sosial, serta derasnya informasi, umat dituntut memiliki kekuatan iman dan akhlak agar tidak mudah goyah dan terpecah.

Dalam konteks tersebut, Mbak Wali menilai peran pondok pesantren sangat strategis. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pembentukan karakter, akhlak, dan nilai-nilai kebangsaan.

Selama ini, kata dia, pesantren telah menjadi penjaga moral umat, penguat persatuan, sekaligus penyangga harmoni sosial di tengah masyarakat.

“Pondok Pesantren Salafiy Terpadu Ar-Risalah Lirboyo telah berkontribusi nyata dalam mencetak generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah,” terangnya.

“Santri-santrinya dibekali pemahaman agama yang kuat, nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial yang tinggi,” ungkap Mbak Wali.

Wali kota termuda ini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar pondok pesantren atas dedikasi mereka dalam membina umat dan generasi muda.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kediri untuk terus bersinergi dengan pondok pesantren dan lembaga keagamaan dalam membangun Kota Kediri yang religius, rukun, dan berkeadaban.

“Kami meyakini bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan iman, akhlak, dan karakter masyarakat. Pesantren menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan hal tersebut,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Wali mengajak seluruh hadirin menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat akhlak, serta meneguhkan komitmen menjaga kerukunan dan persaudaraan.

Ia berharap nilai-nilai Isra’ Mi’raj senantiasa hidup dalam setiap langkah, baik sebagai pribadi, sebagai bagian dari umat, maupun sebagai warga Kota Kediri.

Acara ini turut dihadiri Pengasuh PPST Ar-Risalah Lirboyo Hj Umi Aina ‘Ainaul Mardliyah Anwar Manshur, Kepala PPST Ar-Risalah Agus H.M. Shofaul Huda, perwakilan Polres Kediri Kota.

Selanjutnya hadir perwakilan Kodim 0809, segenap guru, pengurus, dzuriyah PPST Ar-Risalah, serta tamu undangan lainnya.

Pos terkait