Metaranews.co, Kabupaten Nganjuk – Di tengah semangat membangun generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga sehat jasmani, Pondok Pesantren Al Ubaidah 2 Boarding School Kertosono menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan bertajuk PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan kesehatan gigi, Kamis 23 April 2026.
Kegiatan ini menjadi ikhtiar nyata dalam menanamkan kesadaran, bahwa kebersihan dan kesehatan merupakan bagian integral dari keimanan dan kualitas hidup seorang muslim.
Lebih dari 400 santri dan guru pondok turut ambil bagian dalam seminar ini dengan semangat belajar dan kepedulian terhadap kesehatan diri.
Antusiasme tinggi terlihat dari kesungguhan para peserta dalam menyimak materi, serta aktif berinteraksi dalam sesi diskusi. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat mulai tumbuh kuat di lingkungan pesantren.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua dan Humas Pondok Pesantren, Ust. Kirom Al Muzakki, menyampaikan bahwa seminar ini diselenggarakan sebagai wujud kepedulian Ponpes Al Ubaidah 2 Boarding School Kertosono terhadap pentingnya kesehatan.
Ponpes Al Ubaidah 2 Boarding School Kertosono menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan bertajuk PHBS dan kesehatan gigi, Kamis 23 April 2026
“(Seminar ini) sekaligus menjadi wadah untuk bertukar pengetahuan antara akademisi, praktisi, santri, dan tenaga pendidik yang ada di Pondok Pesantren,” terang Kirom.
Kirom menegaskan bahwa kegiatan seminar ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang kolaboratif yang mempertemukan berbagai elemen dalam upaya meningkatkan kualitas hidup bersama.
Lebih dari sekadar sosialisasi, kata Kirom, kegiatan seminar ini menjadi refleksi bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk pola hidup sehat berbasis nilai-nilai islami.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para santri mampu menginternalisasi prinsip PHBS dalam kehidupan sehari-hari, sehingga lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga tangguh secara fisik.
Di balik ramainya kehadiran ratusan santri tersebut, tersimpan harapan besar bahwa dari lingkungan pesantren akan tumbuh kesadaran kolektif tentang pentingnya hidup bersih dan sehat.






