Isu Tambang Mengemuka, PBNU Siap Bedah Ulang Aturan Konsesi di Konbes

Tambang PBNU
Caption: Khatib Aam PBNU, M Nuh, bersama KH Said Asrori dalam konferensi pers di Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, Sabtu (20/6/2026). Doc: Ubaidhillah/Metaranews.co

​Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergerak cepat merespons kehangatan isu konsesi tambang, yang belakangan menyita perhatian publik.

Masalah sensitif ini dijadwalkan masuk dalam meja kerja Konferensi Besar (Konbes) NU yang digelar pada Minggu (21/6/2026) besok.

‎‎​Katib Aam PBNU, Prof Mohammad Nuh, menjelaskan bahwa langkah mempercepat pembahasan ini sengaja diambil agar agenda Muktamar mendatang tidak terbebani oleh urusan teknis yang menumpuk.

‎​”Masalah-masalah itu kalau bisa disiapkan dibahas sebelum Muktamar, dan akan dibahas di Munas Konbes ini. Kenapa demikian? Supaya muktamarnya tidak overload,” ujar M Nuh.

‎M Nuh menegaskan bahwa PBNU sebenarnya sudah memiliki kompas dan koridor yang jelas dalam menyikapi pengelolaan sumber daya alam. Garis tegas ditarik agar pemanfaatan lahan tidak berujung pada kerusakan lingkungan.

‎‎Adapun pembahasan dan ​poin-poin utama yang menjadi fokus panduan PBNU antara lain:

  • ‎​Anti-Eksploitasi Berlebihan: Panduan dasar NU melarang keras segala bentuk pengelolaan yang bersifat merusak atau menguras habis alam.
  • ‎‎​Prinsip Eksplorasi: Kegiatan yang diperbolehkan harus terukur dan berorientasi pada pencarian serta pemanfaatan yang bijak.

‎‎​”Tentu sekali lagi kami belum bisa menyampaikan bentuknya seperti apa pembahasannya, karena belum dibahas. Dibahasnya nanti (di Konbes),” tambahnya.

‎‎​Selain urusan tambang, Konbes kali ini juga akan menyerap isu-isu strategis lainnya.

‎‎​PBNU memastikan bahwa forum tertinggi di bawah Muktamar ini akan berjalan dinamis dan akomodatif terhadap kritik maupun masukan dari luar.

‎​”Kami panitia itu tidak boleh tutup telinga atau tutup mata terhadap ide-ide yang berkembang di masyarakat maupun dari PW-PW,” pungkas M Nuh.

Pos terkait