Metaranews.co, Kabupaten Jombang — Pengguna jalan yang melintas di sejumlah ruas Kabupaten Jombang perlu memperhatikan rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas.
Untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan, kepolisian menerapkan pengaturan lalu lintas dalam tiga ring. Skema ini disiapkan agar arus kendaraan menuju kawasan Muktamar tidak menumpuk di satu titik.
Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Jatim AKBP Argo Budi Sarwono mengatakan, personel lalu lintas dari jajaran kepolisian telah dibagi dalam tiga ring pengamanan.
“Satlantas polres jajaran kami terbagi di ring 1, ring 2, ring 3,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).
Setiap ring dilengkapi jalur alternatif untuk mengurai kendaraan yang terdampak pengalihan arus.
Ring 1
Pengaturan ring pertama berada di Simpang Empat Sambong dan simpang pintu Tol Jombang.
Kendaraan dari arah Kediri menuju Nganjuk akan diarahkan menggunakan Tol Jombang. Sementara kendaraan dari Simpang Empat Sambong menuju Mojokerto atau Surabaya diarahkan melalui jalur nontol.
Ring 2
Ring kedua berada di Simpang Tiga Jembatan Ploso dan pintu Tol Bandar Kedung Mulyo.
Pada titik ini, kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih akan diarahkan menuju jalur alternatif yang telah disiapkan petugas.
Ring 3
Sementara ring ketiga berada di Simpang Empat Pasar Kabuh dan Simpang Empat Sembung.
Petugas disiagakan selama 24 jam untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan sekaligus mengarahkan kendaraan besar agar tidak memasuki kawasan yang berpotensi mengalami kepadatan.
Selain petugas pengaturan lalu lintas, kepolisian juga menyiagakan tim urai, tim penling, tim derek, serta tim pengaturan lalu lintas. Personel tersebut ditempatkan secara floating di sejumlah titik yang telah ditentukan.
Meski demikian, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara dinamis berdasarkan kondisi di lapangan. Apabila volume kendaraan masih normal, pengalihan tidak serta-merta diberlakukan secara penuh.
Salah satu fokus tim urai adalah mencegah kendaraan berhenti atau parkir sembarangan di bahu jalan. Kendaraan yang parkir di badan jalan dinilai dapat mengurangi kapasitas ruas dan memicu antrean.
“Untuk cara bertindak dari tim urai sendiri untuk pelaksanaan kegiatan, kami melaksanakan kegiatan baik proses pengalihan arus, rekayasa lalu lintas itu secara seleksi prioritas sesuai dengan CB (cara bertindak) yang telah ditentukan,” jelas Argo.
Menurutnya, skema tersebut telah disosialisasikan kepada masyarakat. Namun, penerapannya tetap menyesuaikan situasi aktual.
“Namun tentunya ini sifatnya dinamis. Kalau memang situasi kendaraan, volume kendaraannya masih normal, karena kita juga menerapkan situasi normal untuk tim urai, kita memprioritaskan untuk menghalau kendaraan yang dikhawatirkan melaksanakan parkir sembarangan di bahu jalan,” ujarnya.
Berdasarkan koordinasi dengan panitia lokal, sekitar 10.000 orang, baik muktamirin maupun non-muktamirin, diperkirakan hadir di kawasan Muktamar. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan volume kendaraan di sekitar PPBU Tambakberas.
Pengalihan arus mulai diterapkan seiring kedatangan peserta Muktamar menuju kawasan Jalan KH Wahab Hasbullah.
Sementara itu, delegasi yang datang dari bandara maupun berbagai daerah di Indonesia juga disiapkan pengawalan oleh Ditlantas menuju lokasi tujuan.
Pengguna jalan diimbau memperhatikan rambu dan arahan petugas agar tidak salah jalur selama pelaksanaan Muktamar NU ke-35 berlangsung.






