Gandeng Band Gigi dan Padi, Kemenag Gelar PeaceSantren di Jombang

Jombang
Caption: Antusiasme warga saat menghadiri PeaceSantren di Ponpes Bahrul Ulum Jombang, Rabu (20/3/2024). Doc: Karimatul Maslahah/Metaranews.co

Metaranews.co, Kabupaten Jombang – Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar PeaceSantren dalam mengisi bulan suci Ramadhan 2024 di Jombang, Rabu (20/3/2024).

Demi menyuarakan pesan-pesan perdamaian dan persaudaraan melalui musik, dalam kegiatan ini pihak Kemenag menggandeng band kenamaan, Gigi dan Padi Reborn.

Bacaan Lainnya

“PeaceSantren adalah salah satu pilar penting untuk membangun bangsa, dan pesantren kita minta kembali untuk mengkokohkan sebagai salah satu pilar utama,” ujar Direktur Jendral Pendidikan Islam Kemenag RI, Muhammad Ali Ramdhani.

Ali menjelaskan, alasan diselenggarakan kegiatan ini karena komunitas pesantren telah terbukti berhasil membina keharmonisan dalam kehidupan sosial para santri, meskipun mereka berasal dari suku, latar belakang, dan karakter yang berbeda-beda.

“Tentu hari ini kita ingin mendengar, apa pesan damai dari pesantren. Hari ini kita melewati fase yang menegangkan, di mana ada kontestasi, ini merupakan suasana pendinginan yang menunjukkan ruang perdamaian dengan seni yang menyentuh kalbu,” paparnya.

Adapun sebelum ini, kata Ali, kegiatan PeaceSantren telah digelar di Az Ziyadah, Jakarta Timur, pada Sabtu 16 Maret 2024 lalu.

“Kemudian hari ini di Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang. Kemudian akan digelar di Pesantren Al Musaddadiyah Garut, Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta, dan Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang,” beber Ali.

Terpisah, salah satu pengasuh Ponpes Bahrul Ulum, M Sholahul Am Notobuwono mengatakan, kegiatan ini digelar di pesantren, tapi tetap dapat dihadiri oleh masyarakat luas, sehingga pesan perdamaian dapat tersalurkan.

“Ini harapan besar Kemenag agar bangsa ini tidak ada pertentangan atau perdebatan yang mencolok lagi,” ujarnya.

Gus Am pun teringat dengan petuah dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Wahab Chasbullah, yang menyebut bahwa senjata paling tajam adalah persatuan, tidak ada yang lebih dari itu.

“Kita ingin bangsa ini damai kembali, dan membangun Republik Indonesia bareng-bareng,” pungkasnya.

Pos terkait