Geruduk Balai Desa, Warga Tiron Tolak Nilai Ganti Rugi Tol Kediri-Tulungagung

Tol Kediri-Tulungagung
Caption: Warga memprotes harga appraisal lahan milik mereka yang terdampak proyek Tol Kediri-Tulungagung, Senin (29/5/2023). Doc: Maulida/Metaranews.co

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Puluhan warga Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menggeruduk balai desa setempat, Senin (29/5/2023).

Dengan membawa banner, warga menyatakan menolak atas penetapan harga appraisal tanah mereka yang terdampak proyek Tol Kediri-Tulungagung.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak menolak pembangunan tol, tapi hanya mempersoalkan harga ganti rugi yang tidak sesuai harapan kami,” ujar salah satu warga, Ali Maksum, Senin (29/5/2023)

Ali melanjutkan, appraisal yang telah ditetapkan Badan Pertahanan Nasional (BPN) melalui Kantor Jasa Penilaian Pajak (KJPP), dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan sosialisasi sebelumnya.

“(Harga) ini tidak sesuai dengan sosialisasi waktu di (Hotel) Insumo lalu, katanya harga pasar akan dikalikan dua sampai tiga kali lipat. Ini harga pasar saja malah ndak cukup,” imbuh Ali.

“Kami hanya menuntut hak kami, bukan hanya masalah tanah dan bangunan. Tapi ini sumber perekonomian kami,” lanjut dia.

Sementara itu, Kepala Desa Tiron, Ina Rahayu mengatakan, pihaknya berjanji akan menyampaikan keluhan warga kepada dinas terkait.

Sebab, menurut Ina, pemerintah desa tidak bisa ikut campur atas penentuan nilai appraisal tanah warga yang terdampak pembangunan Tol Kediri-Tulungagung.

“Kita akan menyampaikan keluhan dari warga ke dinas terkait dan pihak appraisal. Karena untuk kesepakatan harga itu merupakan kewenangan dari pihak appraisal dengan warga yang terdampak proyek jalan tol,” jelas Ina.

Sebagai informasi, Desa Tiron merupakan salah satu desa yang menjadi prioritas dalam proyek pembangunan Tol Kediri-Tulungagung. Selain Tiron, desa prioritas lainnya ialah Desa Manyaran dan Desa Maron.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *