‎Ribuan Warga Nahdliyin Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan

Metaranews.co, Bangkalan – Gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 resmi ditutup pada Selasa (23/6/2026).

‎Acara penutupan yang dipusatkan di Institut Agama Islam Sayyidina Kholil, Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, berlangsung meriah dihadiri oleh sekira 1.500 tamu undangan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

‎Rangkaian prosesi penutupan sudah dimulai sejak pukul 13.30 WIB. Selang 15 menit kemudian, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memasuki area utama untuk mengikuti prosesi penutupan agenda besar NU.

‎Selain Presiden Prabowo, sejumlah tokoh nasional dan ulama terkemuka tampak hadir di kursi undangan. Di antaranya Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menag Nasaruddin Umar, Ketua MPR Ahmad Muzani, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

‎Kemudian, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, KH Said Aqil Siradj, Gus Miftah, dan sejumlah tokoh lainnya.

‎Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Yahya Cholil Tsaquf (Gus Yahya) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Kepala Negara.

‎”Kehadiran Bapak Presiden melengkapi kebahagiaan kami setelah berhasil menyelesaikan tugas pelaksanaan Munas dan Konbes yang merupakan rangkaian permusyawaratan menjelang Muktamar yang akan dilaksanakan pada 1–5 Agustus mendatang di tempat yang akan segera kami sepakati bersama,” ujar Gus Yahya.

‎Nahdlatul Ulama, jelasnya, akan selalu konsisten hadir untuk menjaga serta melestarikan bangsa dan negara. Ia memastikan bahwa seluruh kiai, pemimpin, dan kader NU yang hadir merupakan representasi dari rakyat yang loyal terhadap NKRI.

‎”Bersama Bapak saat ini hadir para kiai, para pemimpin NU, dan kader-kader NU. Di luar sana, Presiden juga telah bertemu dengan warga NU yang menunjukkan kecintaan kepada kepemimpinan kita. Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara,” imbuh Gus Yahya.

‎Para Nahdliyin pun dipastikan siap untuk terus berjuang dan berkorban demi kepentingan Tanah Air dengan modal optimisme dan iman yang teguh.

‎”Kami adalah rakyat yang siap berjuang dan rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Kami tidak pernah kehilangan rasa optimis karena kami yakin dengan iman yang teguh, khidmah yang istiqamah, serta perjuangan fi sabilillah untuk bangsa dan negara,” ujar Gus Yahya.

‎Gus Yahya kemudian mengutip firman Allah SWT, ‘Nasrun minallah wa fathun qarib’ yang berarti pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat.

‎”Janji Allah tidak akan meleset. Selama kita teguh dalam iman, pertolongan Allah tidak akan meleset,” pungkasnya.

Pos terkait