Sederet Pondok Pesantren Tertua di Jawa Timur, Sebar Ilmu Agama Sejak Lama

pondok pesantren tertua di Jawa Timur
Pondok Pesantren Sidogiri. (Instagram @santrisidogiri)

Metaranews.co, Jawa Timur – Sederet pondok pesantren tertua di Jawa Timur, sudah ada sejak lama, menyebar benih ilmu agama.

Pondok Pesantren di Jawa Timur sangat banyak. Karena itu, tak jarang, provinsi yang penuh akan tradisi ini kerap menjadi tujuan utama orang tua untuk mengirim anaknya belajar agama.

Bacaan Lainnya

Wadah untuk belajar agama bernama Pondok Pesantren ini, menjadi pilihan lain bahkan menjadi pilihan utama setiap orang tua untuk mendidik anaknya supaya lebih memahami agama Islam lebih mendalam.

Jawa Timur memang terkenal dengan pondok pesantrennya, begitu banyak tersebar di beberapa daerah. Namun, yang perlu diketahui, ada beberapa pondok pesantren tertua di Jawa Timur yang perlu untuk diketahui.

1. Pesantren Al-Hamdaniyah

Pesantren ini didirikan oleh KH Hamdani pada tahun 1787. Letaknya di Desa Siwalan Panji, Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Pondok ini memiliki bentuk yang masih asli dan unik.Terutama keunikan bagi para siswa. Berdinding anyaman bambu dan diberi jendela di setiap kamar, serta bangunan yang ditopang dengan kaki beton, asrama mahasiswa ini terlihat seperti rumah joglo.

Pesantren ini telah melahirkan banyak ulama besar, salah satunya pernah menjadi santri yaitu KH Hasyim Asy’ari.

2. Pesantren Sidogiri

Didirikan pada tahun 1718 dan didirikan oleh Sayyid Sulaiman keturunan Nabi. Awalnya Sidogiri adalah sebuah hutan di Pasuruan, Jawa Timur.

Dibantu santri dan menantunya, yakni Kiai Aminullah, pembersihan dilakukan selama 40 hari.

Karena saat itu Sidogiri masih berupa hutan belantara yang belum pernah dijamah manusia.

3. Pesantren Miftahul Huda

Pesantren Miftahul Huda (PPMH) Malang didirikan oleh KH Hasan Munadi pada tahun 1768.

PPMH disebut juga Pondok Gading karena terletak di Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. KH Hasan Munadi wafat dalam usia 125 tahun. Pesantren ini diasuhnya selama hampir 90 tahun.

Beliau meninggalkan empat putra yaitu KH Isma’il, KH Muhyini, KH Ma’sum dan Nyai Mujannah. Saat itu, Pondok Gading belum mengalami perkembangan yang berarti.

4. Pesantren Darul Ulum Banyuanyar

Berawal dari musala kecil (musala) yang didirikan oleh Kyai Itsbat Bin Ishaq sekitar tahun 1787.

Dia adalah seorang sarjana karismatik yang terkenal dengan asketisme, kerendahan hati dan kebijaksanaannya. Nama Banyuanyar diambil dari bahasa Jawa yang berarti air baru.

Hal ini didasarkan atas ditemukannya mata air (sumur) yang besar oleh Kyai Itsbat. Sumber mata airnya tidak pernah surut sama sekali.

Bahkan hingga saat ini air tersebut masih dapat digunakan sebagai air minum bagi santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Banyuanyar.

Di lokasi inilah Kyai Itsbat mengasuh murid-muridnya dengan penuh dedikasi dan kesabaran.

Padahal sarana dan prasarana yang ada saat itu masih jauh dari mencukupi. Setelah beliau wafat, beliau menitipkan amanah suci kepada generasi penerusnya.

Yakni cita-cita luhur mendirikan pesantren yang representatif.

5. Pesantren Tremas

Pondok Tremas didirikan oleh KH Abdul Manan pada tahun 1830 setelah menyelesaikan studinya di Pondok Tegalsari, Ponorogo.

Awalnya pondok ini berada di kawasan Semanten, atau sekitar 2 kilometer sebelah utara Kota Pacitan.

Karena saat itu masih dalam masa pertumbuhan dan muridnya juga tidak sebanyak masa-masa selanjutnya, maka buku-buku yang mereka gunakan masih di tingkat dasar.

Itulah beberapa daftar pondok pesantren tertua di Jawa Timur. Mondok kini menjadi pilihan menuntut ilmu agama bahkan ilmu sosial. Perkembangan teknologi yang semakin modern, membuat pondok pesantren lebih dikenal dan lebih terbuka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *