Suka Gatal di Area Kemaluan Pria? Ini Penyebabnya

ilustrasi pria dewasa mengeluhkan gatal di area alat kelamin (Freepik)
ilustrasi pria dewasa mengeluhkan gatal di area alat kelamin (Freepik)

Metaranews.co, Kesehatan – Alat kelamin bisa mengalami gatal, baik pada pria maupun wanita. Pada pria, gatal bisa terjadi pada penis. Rasa gatal ini bisa sangat mengganggu. Penyebab umum gatal pada alat kelamin adalah karena infeksi menular seksual (IMS).

Banyak hal yang dapat menimbulkan rasa gatal di area sekitar kemaluan. Mengutip Medical News Today, berikut beberapa penyebab gatal pada alat kelamin pria.

Kandidiasis

Kandidiasis atau sariawan adalah infeksi jamur yang dapat menyebabkan gatal pada ujung penis. Dalam beberapa kasus, mungkin juga muncul jerawat atau cairan putih kental di area yang sama.

Kutil kelamin

Kutil kelamin adalah infeksi menular akibat sex yang dapat terjadi pada batang dan ujung penis. Umumnya, ini ditandai dengan benjolan yang menyebabkan gatal dan dapat berdarah.

Kudis

Kudis terjadi ketika tungau masuk ke dalam kulit. Kondisi ini dapat memengaruhi seluruh tubuh dan menyebabkan gatal yang sangat parah. Kudis juga bisa muncul di batang penis dalam bentuk benjolan kecil.

Herpes genital

Herpes genital adalah IMS yang dapat muncul pada batang penis, anus, dan paha. Biasanya ditandai dengan luka lepuh dan gatal.

Balanitis

Balanitis adalah iritasi kulit yang terjadi khususnya pada ujung penis. Selain gatal, balanitis juga ditandai dengan bau tidak sedap dari penis, pembengkakan, dan nyeri saat buang air kecil.

Luka cukur

Luka dapat terjadi saat menggunakan pisau cukur yang sudah tua, bercukur tanpa pelumas, atau mencukur area yang sama berkali-kali secara beruntun. Hal ini dapat menyebabkan ruam dan benjolan kecil di area kelamin yang disertai rasa gatal.

Bulu tumbuh ke dalam

Bulu di area kelamin yang tumbuh ke dalam juga bisa menyebabkan gatal pada penis. Ini terjadi ketika ujung bulu terlipat kembali ke dalam kulit. Biasanya terjadi setelah bercukur.

Jika kamu mengalami gatal pada alat kelamin, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *