Metaranews.co, Kesehatan – Sebagai modal utama dalam mendapatkan keturunan, pria harus bisa menjaga kualitas spermanya. Hal ini karena kualitas sperma yang buruk tentunya akan mempengaruhi proses pembuahan dan berpotensi menyebabkan kemandulan.
Ada berbagai faktor pemicu rusaknya kualitas sperma, mulai dari penyakit infeksi hingga kebiasaan buruk. Nah, untuk lebih jelasnya mari kita simak pembahasan berikut ini. Melansir dari laman Mayo Clinic, berikut enam penyebab rusaknya kualitas sperma pria.
Testis Terkena Panas Berlebihan
Testis akan bekerja maksimal jika suhunya terjaga dengan baik. Jika suhu testis meningkat hingga 37 derajat Celcius, produksi sperma bisa terganggu.
Hindari berendam di air panas terlalu lama dan memakan celana dalam ketat, hal tersebut dapat memicu peningkatan suhu testis memanas.
Obesitas
Kegemukan atau obesitas juga mempengaruhi kualitas sperma pria. Karena kondisi ini memicu disfungsi ereksi hingga perubahan hormon testosteron yang berhubungan langsung dengan produksi sperma.
Konsumsi alkohol dan rokok
Alkohol dan rokok memang memiliki manfaat kesehatan yang negatif, salah satunya merusak kualitas sperma pria sehingga mempengaruhi kesuburan secara keseluruhan.
Selain itu, merokok juga mempengaruhi kematian sperma yang membuatnya berjalan lebih lambat atau tidak sama sekali selama proses pembuahan. Riset menyebutkan bahwa merokok dapat merusak DNA sperma dan meningkatkan risiko impotensi.
Adanya infeksi
Ada beberapa penyakit menular yang dapat merusak kualitas sperma pria, yaitu radang epididimis (epididimitis), radang testis (orkitis), gonore, dan HIV. Berbagai penyakit infeksi ini juga bisa memicu kerusakan testis permanen.
Varikokel
Varikokel adalah kondisi medis yang menyebabkan pembesaran pembuluh darah di skrotum di sebelah kiri testis. Kondisi ini dapat terjadi pada sekitar 15 – 20% dari semua pria, namun umum terjadi hingga 40% pria yang memang mengalami infertilitas.
Pembuluh darah yang membesar akan membuat skrotum menjadi panas sehingga dapat mengganggu produksi sperma.
Ejakulasi retrograde
Ejakulasi retrograde atau ejakulasi terbalik bisa terjadi saat air mani yang seharusnya keluar dari penis justru masuk kembali ke kandung kemih saat orgasme. Hal ini tentu memicu rusaknya kualitas sperma pria.
Umumnya penyebab munculnya kondisi ini karena diabetes, cedera tulang belakang, atau penyakit prostat.