Hari Kedua, Massa Aksi dari BEM Kediri Raya Serbu DPRD Kabupaten Kediri

Metaranews.co
Massa BEM Kediri Raya mulai berbaris untuk berorasi menyampaikan aspirasinya. (Rentaka Setyo/Metara)

Metaranews.co, Kediri– Setelah aliansi mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Kediri yang berunjuk rasa di gedung DPRD Kota Kediri, Senin (11/4), kini ganti BEM Kediri Raya menyerbu gedung dewan Kabupaten Kediri. Ratusan massa itu tiba di DPRD Kabupaten Kediri pukul 14.00 WIB.

Metaranews.co
Massa dari BEM Kediri Raya tiba di depan DPRD Kabupaten Kediri. (Rentaka Setyo/Metara)

Mereka meyampaikan aspirasinya tentang beberapa isu yang sedang terjadi di Indonesia. Seperti penundaan Pemilu 2024, kenaikan harga minyak goreng, dan BBM jenis pertamax. Kekecewaan terhadap pemerintah ini terlihat dari poster-poster yang dibentangkan oleh mahasiswa.

Bacaan Lainnya
Metaranews.co
Massa BEM Kediri Raya mulai membentangkan poster protesnya kepada pemerintah. (Rentaka Setyo/Metara)

Umpatan kekecewaan itu tergambar dalam beberapa poster yang dibentangkan mahasiswa. Salah satunya bertuliskan,”Aku wes ngiro bakal ngene dadine”. Artinya, “Saya sudah memperkirakan akan terjadi ini”. Ada juga yang menuliskan “ Menolak keras adanya wacana perpanjangan masa jabatan & penundaan pemilu”.

Metaranews.co
Massa BEM Kediri Raya mencoba mendobrak gerbang DPRD Kabupaten Kediri, hingga terjadi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian. (Rentaka Setyo/Metara)

Sambil membentangkan poster, para mahasiswa juga menyanyikan lagu buruh tani. Para mahasiswa pun sempat ingin mendobrak masuk ke dalam gerbang DPRD Kabupaten Kediri. Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian pun tak dapat dihindari. Namun, aksinya dapat dihentikan oleh aparat kepolisian.

Metaranews.co
Massa aksi BEM Kediri Raya meminta Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto untuk berdiskusi di depan kantor DPRD. (Rentaka Setyo/Metara)

Karena tak dapat masuk ke gedung dewan, mahasiswa meminta Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, untuk keluar gedung menemui mahasiswa. Tak lama kemudian, Dodi yang keluar dari singgasana DPRD itu pun berdialog dengan mahasiswa. Mereka pun menyampaikan tuntutan yang dibawanya.

Metaranews.co
Massa dari BEM Kediri Raya berdiskusi dengan Ketua DPRD Kabupaten Kediri. (Rentaka Setyo/Metara)

“Ini berlawanan dengan konstitusi bila sampai ada penambahan masa jabatan, dan juga kondisi perekonomian yang mencekik masyarakat, seperti harga minyak dan pertamax,” ungkap perwakilan mahasiswa dari BEM Kediri Raya.

Metaranews.co
Ketua DPRD Kabupaten Kediri menanggapi tentang wacana penundaan pemilu 2024. (Rentaka Setyo/Metara)

Menanggapi hal ini, Dodi Purwanto menerangkan isu wacana penundaan pemilu ini berawal dari tiga partai, dan ada beberapa menteri.

Metaranews.co
Mahasiswa meminta komitmen Ketua DPRD Kabupaten Kediri tentang penolakan wacana penundaan pemilu 2024. (Rentaka Setyo/Metara)

“Tapi tidak perlu saya sebutkan apa partainya dan siapa menterinya,” terang Dodi.

Metaranews.co
Ketua DPRD Kabupaten Kediri menandatangani tuntutan BEM Kediri Raya. (Rentaka Setyo/Metara)

Setelah terjadi dialog, para mahasiswa pun meminta Dodi untuk menandatangani tuntutan dan meminta Dodi untuk mengirimkan ke DPR RI. Mendengar permintaan itu, Dodi pun menandatanganinya dan berjanji untuk melayangkan surat tuntutan tersebut ke DPR RI pada Rabu (13/4).

Metaranews.co
Ketua DPRD Kabupaten Kediri menunjukkan telah menandatangani tuntutan BEM Kediri Raya untuk disampaikan ke DPR RI. (Rentaka Setyo/Metara)

“Kalau nanti teman-teman tidak percaya, besok silakan dicek bersama di DPRD ya, nanti kita kirimkan bersama,” pungkas Dodi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *