Ini yang Terjadi Pada Tubuh Manusia Setelah Meninggal

Ilustrasi meninggal dunia (Freepik)

Metaranews.co, Kediri – Membicarakan kematian bagi sebagian orang menjadi momok dan sangat ditakuti. Sebab pada titik tersebut secara bersamaan akan meninggalkan kehidupan dunia dan akan membuat sedih keluarga yang ditinggalkan.

Kendati setakut apapun, kematian akan tetap datang di kehidupan setiap manusia.

Bacaan Lainnya

Namun dibalik kegetiran, kesedihan yang diterima keluarga manupun setiap insan, secara sains kematian merupakan sebuah proses yang sangat menakjubkan.

Tubuh manusia yang sudah terkulai tanpa nyawa, tidak lantas berhenti begitu saja. Perlahan akan terurai dan akan dipenuhi kehidupan.

Bagaimana proses penguraian tubuh tersebut, simak prosesnya berikut ini;

Hitungan Menit Setelah Meninggal

Pada fase ini, hampir seluruh kinerja organ dalam tubuh akan berhenti. Darah yang tadinya mengalir ke seluruh tubuh akan menggumpal di bagian tubuh tertentu.

Namun, berdasarkan penelitian ilmiah, dalam beberapa menit usai orang meninggal ada beberapa sel jaringan yang masih hidup. Sel ini kemudian akan mati dalam kurun waktu kurang dari 30 menit.

Hal ini membuka peluang untuk melakukan donor organ seperti kornea mata, tergantung dengan kondisi fisik orang tersebut sebelum meninggal.

Pada hitungan menit ini juga suhu tubuh akan turun drastis dan warna kulit akan terlihat semakin memucat. Suhu tubuh pun akan mulai turun hingga 0,8 drajat celcius per jamnya.

Hitungan Jam Setelah Meninggal

Pada fase kedua sekitar 2 hingga 6 jam tubuh yang ditinggalkan ruh akan menjadi kaku. penyebabnya adalah kalsium yang menumpuk di otot atau atau disebut juga rigor mortis.

Setelah beberapa jam juga kulit akan mengering dan keriput. Kuku jari tangan dan kaki tampak seolah tumbuh, namun sebenarnya akibat kulit kian mengerut dan menyusut.

Gaya gravitasi akan menarik darah ke bawah. Inilah yang menyebabkan perubahan warna kulit menjadi merah keunguan atau lebam setelah meninggal, terutama di tempat darah menggenang.

Lantas tubuh akan menjadi lemas kembali pada kurun waktu kurang lebih 36 Jam. Pelemasan otot ini memicu keluarnya sisa racun dan cairan dari tubuh, persis seperti saat Anda buang air.

Hitungan Hari Usai Meninggal

Pada fase ini tubuh akan memproduksi kadaverin dan putresin. Kedua zat pengurai ini menghasilkan bau tak sedap dan cukup menyengat.

Kadar keasaman akan meningkat drastis setelah tubuh mati dan berhenti berfungsi. Enzim dari asam amino dalam tubuh pun mulai mencerna atau mengurai organ-organ tubuh.

Pada umumnya, proses pembusukan mayat dimulai dari hati yang kaya akan enzim. Proses ini kemudian berlanjut otak, hingga akhirnya terjadi pada seluruh bagian tubuh.

Bakteri akan berkembang pesat karena tingginya kadar zat pengurai dan enzim. Koloni bakteri ini makan dari tubuh jenazah sehingga proses penguraian jadi lebih cepat.

Hitungan Minggu Setelah Meninggal

Pada tahap ini, tubuh manusia mengalami fase yang dinamakan ‘Dekomposisi’. Jika tidak diawetkan pada fase ini tubuh akan dipenuhi dengan mahluk hidup yang membantu proses pembusukan seperti belatung, bahkan serangga.

Berdasarkan penelitian, belatung membantu proses pembusukan lebih cepat. Bahkan studi dari Australian Museum menemukan belatung mampu menghabiskan 60% tubuh manusia dalam waktu seminggu.

Rambut dan bulu halus yang tadinya berakar dalam kulit akan mulai rontok. Selama itu juga, koloni bakteri akan terus mengonsumsi bagian tubuh yang tersisa.

Sekujur badan jenazah akan berubah warna dari keunguan sampai akhirnya menghitam.

Hitungan Tahun Usai Meninggal 

Belum berhenti di hitungan minggu, dalam hitungan tahun tubuh akan terus diuraikan oleh berbagai organisme sampai pada akhirnya tinggal kerangka manusia saja yang tersisa.

Untuk mencapai tahap ini, dibutuhkan waktu kira-kira empat bulan. Namun, kalau seseorang dimakamkan dalam sebuah peti, proses ini butuh waktu sampai bertahun-tahun lamanya.

Pada akhirnya, kematian ialah sebuah proses alami yang justru penuh dengan kehidupan baru. Kehidupan baru maksudnya berbagai organisme menyerap tubuh yang telah terurai sebagai sumber energi.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *