Menilik Dapur Penyuplai Konsumsi Muktamar ke-35 NU di JomMetaranews.co, Jombang – Semarak Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang tak hanya terasa di arena sidang atau panggung utama. Di sudut lain Pondok Pesantren Tambakberas, tepatnya di Madrasah Mu’allimin Mu’allimat rul Ulum, detak jantung Muktamar berdegup tak kalah kencang.
Di sanalah dapur umum berada—tempat di mana kepulan asap, denting alat masak, dan aroma sedap masakan berpadu menjadi simfoni gotong royong para panitia, santri, dan relawan yang bekerja tanpa henti.
Memasuki area dapur tersebut, mata akan langsung disambut oleh ratusan karung beras berukuran 10 hingga 25 kilogram yang tersusun rapi bak benteng pertahanan pangan.
Tak hanya beras, aneka sayuran segar, tumpukan air minum kemasan, hingga persediaan daging siap menanti untuk diolah. Khusus pada hari Kamis (27/8/2026) ini, berkah bantuan sapi diracik dengan penuh cinta menjadi ragam lauk menggugah selera, mulai dari rengsengan daging, rendang yang kaya rempah, tumis sayuran segar, hingga perkedel lezat.
Mengelola urusan perut untuk ribuan orang tentu bukan perkara mudah, namun solidaritas membuat segalanya tercukupi.
”Stok bahan makanan dipastikan aman dan terus mengalir hingga akhir Muktamar. Bantuan bahan makanan juga terkadang datang dari berbagai pihak, salah satunya dari IKABU Malang,” ungkap Ica Ula’ul Muhinah, Penanggung Jawab (PJ) Dapur Umum Muktamar ke-35 NU.
Untuk memastikan para panitia lokal dan delegasi tetap berenergi, dapur umum ini beroperasi bak mesin waktu yang presisi dalam dua ritme kerja yang tak pernah putus.
Sif pertama dimulai saat api kompor menyala sejak pukul 06.00 WIB untuk meracik menu makan siang, yang kemudian dikemas dan mulai didistribusikan pada pukul 13.00 WIB.
Sif kedua, tanpa jeda panjang, langsung mengambil alih proses memasak makan malam pada pukul 13.00 WIB dengan target distribusi ke pos-pos penjagaan pada pukul 19.00 WIB. Tim logistik pun tak kebingungan karena mereka sudah mengantongi daftar penerima yang terstruktur rapi.
Roda pergerakan yang tak kenal lelah ini digerakkan oleh pahlawan tanpa tanda jasa dari berbagai elemen masyarakat. Personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) bahu-membahu bersama para ibu tangguh dari Muslimat NU, Fatayat NU, serta relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Fatayat.
Sejak Rabu (26/8/2026) hingga dijadwalkan berakhir pada 30 Agustus 2026, mereka rela terpapar panasnya tungku demi menyukseskan perhelatan akbar ini. (bai)
Menilik Dapur Penyuplai Konsumsi Muktamar ke-35 NU di Jombang






