Pedagang Pasar Wates Keluhkan Omzet Merosot Selama di Penampungan

Foto : Pedagang Pasar Wates yang berada di Tempat Penampungan Sementara (TPS), Rabu (12/7/2023) (Maulida/Metara)
Foto : Pedagang Pasar Wates yang berada di Tempat Penampungan Sementara (TPS), Rabu (12/7/2023) (Maulida/Metara)

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Pedagang Pasar Wates, Kabupaten Kediri yang kini berjualan di tempat penampungan sementara (TPS) di area belakang pasar, mengeluhkan omzet penjualannya yang terus merosot.

Tugiyem (52), salah satu pedagang sembako mengatakan, sejak pindah ke TPS satu tahun lalu, rata-rata pendapatannya menurun hingga 50 persen.

Bacaan Lainnya

“(Omzet) turun drastis,” kata Tugiyem kepada Metaranews.co, Rabu (12/7/2023).

Menurut Tugiyem, anjloknya omzet pendapatan itu karena para pembeli lebih memilih berbelanja di luar pasar, ketimbang mendatangi TPS.

Alhasil, lanjut Tugiyem, banyak pedagang di TPS yang gulung tikar maupun pindah lokasi berjualan.

“La gimana, lawong di pinggir jalan banyak yang jualan. Jadi ya pembeli kebanyakan belanja di sana, soalnya ndak perlu turun kendaraan,” ujar Tugiyem.

Hal yang sama turut disampaikan Dwi (40), salah satu pedagang jajanan yang berlapak di sisi pinggir TPS.

Dwi mengatakan, sejak pindah ruko di penampungan omzetnya turun drastis dan tidak sebanding dengan pendapatannya tahun lalu.

“Ada yang beli tapi sepi. Kalau langganan pasti datang ke toko, tapi kalau belum (langganan), paling pembeli cuma mampir ke penjual depan saja,” tukas Dwi.

“Apalagi di sini kan tempatnya agak masuk ke dalam, jadi kadang gak kelihatan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dwi juga mengatakan, menurutnya berjualan di TPS kurang nyaman. Hal itu dikarenakan, lanjut Dwi, kerap terjadi kebocoran saat hujan di beberapa titik tempat penampungan.

“Ya kami cuma bisa menunggu dan berharap revitalisasinya (Pasar Wates) segera rampung, dan kalau bisa penjual di luar ditertibkan saja,” tandas Dwi.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih mengatakan, saat ini proyek revitalisasi Pasar Wates tahap II sudah mulai digarap.

Di mana pihaknya, menargetkan revitalisasi dapat rampung di akhir tahun.

Sementara terkait keberadaan pedagang di luar TPS, Tutik mengatakan pihaknya juga tengah mencarikan solusi terbaik bagi masing-masing pihak.

“Pastinya kita lakukan penertiban. Tapi kita juga memikirkan solusinya terlebih dulu. Karena ini kan masalah ‘perut’, jadi kita tidak serta merta langsung menindak mereka,” ujar Tutik.

“Intinya, tetap akan kita tertibkan dan kita lakukan evaluasi, dengan pendekatan-pendekatan secara humanis,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *