Rumah Terendam Banjir, 10 KK di Kelurahan Ngampel Kediri Mengungsi di Masjid

Banjir di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri pada Kamis (11/4/2024) malam (Ubaidhillah/Metara)
Banjir di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri pada Kamis (11/4/2024) malam (Ubaidhillah/Metara)

Metaranews.co, Kediri – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Kediri pada Kamis (11/4/2024) sore hingga malam hari mengakibatkan banjir yang cukup parah di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Akibat banjir ini 10 Kepala Keluarga (KK) mengungsi ke tempat yang aman.

Bacaan Lainnya

Kepala BPBD Kota Kediri, Indun Munawaroh mengatakan banjir di Kelurahan Ngampel terjadi di empat titik yakni di RT 05, 10, 20 dan 24.

“Terparah ada di RT 20, Lingkungan Betik, Kelurahan Ngampel, dimana air ketinggian sampai 75 Cm masuk rumah warga,” jelas Indun saat di konfirmasi metaranews, Kamis (11/4/2024).

Dia mengatakan, banjir ini mengakibatkan sebanyak 10 KK harus mengungsi di Masjid Al Muttaqin lingkungan setempat.

“Sampai pukul 23.30 WIB air masih masuk di dalam rumah warga, dan warga akhirnya mengungsi di Masjid Al Muttaqin menunggu sampai air benar-benar surut,” jelasnya.

Terkait penyebab banjir Indun menduga diakibatkan karena luapan air dari wilayah Semen, Kediri akibat tingginya curah hujan.

Ia menambahkan, selain Kelurahan Ngampel luapan sungai juga sempat menggenangi jalanan di Kelurahan Gayam dan Pojok.

“Untuk yang Kelurahan Gayam dan Pojok tidak sampai masuk ke rumah warga,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua RT 20, Lingkungan Betik, Kelurahan Ngampel, Kota Kediri, Mohammad Fatoni menyebut banjir di wilayahnya sudah menjadi langganan. Hanya saja yang terparah terjadi hari ini sejak 10 tahun yang lalu.

“Ini yang terparah, semoga bisa segera surut dan besok pagi bisa kembali ke rumah masing-masing,” katanya, Kamis (11/4/2024).

Fatoni juga mengatakan banjir hari ini terjadi sejak pukul 20.00 WIB saat hujan masih deras.

“Air naik sekitar pukul 20.00 WIB, karena sudah sampai membasahi kasur di kamar akhirnya kita memilih mengungsi,” sebutnya.

Lebih lanjut Fatoni mengatakan warga yang mengungsi di Masjid diperkirakan akan bertahan sampai besok pagi. “Kita tunggu sampai benar-benar surut,” tukasnya.

Pos terkait