Selamat dari Tragedi Kanjuruhan, Afrizal Sering Mengigau saat Dirawat di RSSA Malang

metaranews.co
Korban selamat tragedi Kanjuruhan yang diperbolehkan pulang dari RSSA Kota Malang. (Pratama/Metaranews)

Metaranews.co, Malang – Setelah lima kali menjalani operasi di RSSA Kota Malang, seorang korban selamat tragedi Kanjuruhan akhirnya pulang ke rumah. Muahmmad Afrizal, bocah 10 tahun yang dirawat selama 24 hari di RSSA Kota Malang bisa pulang ke rumahnya, Desa Lumbangsari, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Trauma sempat dialami Afrizal saat meletus tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu. Ia menjalani lima kali operasi seperti penanaman kulit pada kaki kanannya. Bahkan, ia juga mengalami gangguan pernapasan di bagian paru-paru karena trauma gas air mata yang terjadi pada tragedi Kanjuruhan.

Bacaan Lainnya

Stres tak dapat dihindari. Ia sempat seperti orang ngelantur saat bangun tidur. Ia mengucap hal yang tidak jelas. Ini diketahui Aminayu, ibunya yang mengetahuinya setiap bangun tidur.

Mengingat kembali kejadian mengerikan tersebut, Aminayu, sempat kebingungan mencari keberadaan anaknya sebelum ditemukan di RSSA Malang. Semua RS rujukan korban tragedi Kanjuruhan dia hampiri hingga akhirnya menemukan Afrizal di RSSA Malang.

Aminayu menerangkan bahwa Afrizal tidak ingat sama sekali dengan ketika meletus tragedi Kanjuruhan. Saat menjalani perawatan, Afrizal sering mengigau sendiri.

“Habis tidur suka ngelantur, ngomong sendiri nggak jelas. Kalau sekarang sudah normal,” tuturnya.

Saat ini, Aminayu hanya berharap anaknya dapat segera pulih seperti sedia kala agar bisa melanjutkan pendidikan.

“Saya tentu masih trauma, tapi kalau Afrizal waktu ditanya bilangnya masih mau nonton Arema,” terangnya.

Sedangkan ingatan, Atok Ilah, ayah Afrizal membuka memori saat terjadi tragedi Kanjuruhan. Saat itu ia menonton pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan bersama dengan Afrizal di gate 8. Sebenarnya, mereka berangkat bertiga bersama Aminayu, istrinya. Namun, Aminayu tak ikut masuk ke Stadion Kanjuruhan Malang. Aminayu memilih tinggal di dalam mobil dan menunggu Atok Ilah bersama Afrizal.

Yang diingat Atok ketika ribuan suporter mulai berdesakan untuk keluar dari stadion. Petaka itu datang karena suporter yang berjatuhan karena berdesakan ingin keluar dari pintu Stadion Kanjuruhan Malang.

Meskipun berdesakan, Atok berusaha terus bersama Afrizal. Sekuat tenaga dalam situasi berdesakan itu Atok mengapit anaknya dengan kaki agar tak terlepas. Hingga akhirnya mereka berdua bisa terbebas dari maut di tragedi Kanjuruhan. Namun, mereka terpisah saat dievakusi. Afrizal dilarikan ke RSSA Malang.

Kondisi Afrizal yang mulai pulih, kini mata Atok masih merah dan kakinya pincang. Atok harus mendapatkan perawatan jalan di rumahnya untuk memulihkan kaki kirinya yang terinjak dan terluka.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *