Tekan Risiko Kecelakaan, ‎Pemkab Kediri Usulkan Pembangunan Underpass di Jalan Stasiun Papar-Purwoasri

Kediri
Caption: Kadishub Kabupaten Kediri, Nizam Subekhi, bertemu dengan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan. Doc: Pemkab Kediri

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Perhubungan mengusulkan pembangunan underpass di sejumlah perlintasan kereta api rawan kecelakaan.

Usulan tersebut mencakup JPL 289 dan JPL 299 di petak jalan Stasiun Papar–Purwoasri, serta JPL 301 di petak jalan Stasiun Purwoasri–Kertosono.

Bacaan Lainnya

Pengajuan rencana pembangunan underpass itu telah disampaikan kepada Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya dalam pertemuan di Surabaya.

Langkah ini ditempuh sebagai upaya meningkatkan keselamatan perkeretaapian, khususnya di wilayah Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, Nizam Subekhi, menegaskan bahwa pembangunan underpass menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menekan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

Saat ini, Dishub Kabupaten Kediri mengoperasikan 12 titik JPL, dan berencana melakukan peningkatan sarana keselamatan pada 2026.

“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga keselamatan pada perlintasan sebidang,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Nizam menambahkan, perubahan perlintasan sebidang menjadi tidak sebidang menjadi target jangka menengah yang terus diupayakan pemerintah daerah.

“Tentunya ini menjadi salah satu langkah yang inline, karena kami ingin dan berencana mengubah beberapa JPL yang sebidang menjadi tidak sebidang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, menyambut positif inisiatif Dishub Kabupaten Kediri.

Menurutnya, secara ideal seluruh perlintasan kereta api memang harus tidak sebidang demi keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta.

“Namun diperlukan kajian yang komprehensif. Tidak hanya di Kediri, tetapi di tempat lain,” imbuhnya.

Denny juga mengingatkan bahwa selama perlintasan sebidang masih beroperasi, aspek keselamatan harus benar-benar dijaga secara ketat.

“Selain shifting pada pegawai PJL, kami ingin agar terus dikuatkan sosialisasi untuk berhati-hati di perlintasan sebidang, sembari menunggu progres underpass ini rampung,” tutupnya.

Pos terkait