Warga Pasuruan Kembalikan 65 Karung Beras Bansos ke Kades karena Dinilai Kualitas Buruk

Metaranews.co
Warga mengembalikan bantuan sosial beras di rumah Kepala Desa Kebotohan, Kraton, Pasuruan.

Metaranews.co, Pasuruan- Puluhan karung sak beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan dikembalikan warga Desa Kebotohan, Kecamatan Kraton. Mereka mengirimkan beras tersebut ke rumah Kepala Desa (Kades) Kebotohan.

Warga mengeluhkan bantuan pangan beras ini berkualitas buruk. Tak hanya itu, kekecewaan warga bertambah karena bantuan tunai Rp 600 ribu diminta Kades Kebotohan untuk membelanjakan kepada agen pilihannya. Sementara, aksi pengembalian beras tersebut terkumpul sebanyak 65 karung  beras.

“Dari kemarin sampai sekarang ada sekitar 65,” ujar Wati.

Alasan warga, katanya, karena ada perbedaan kualitas beras yang didapatkan. Pada tahap pertama, beras yang diterima warga lebih murah dan tidak sebagus kualitas pada tahap kedua.

“Murah, kalau dimasak nggak enak, harganya sekitar Rp 215 ribu per dua puluh kilo, tapi tahap kedua warga dapat beras lebih bagus,” imbuhnya.

Bahkan, tak hanya beras saja protes warga Kebotohan tetapi ada perbedaan jumlah telur yang diterima. Ia menerangkan untuk tahap pertama bantuan kepada warga mendapatkan 2 kg telur. Sedangkan, warga lain yang menerima pada tahap kedua mendapatkan 4 kg telur. Sementara warga lain di tahap kedua mendapat 4 kilogram telur.

“Saya dapat bantuan ini sudah 4 tahunan, kan lebih enak kalau bantuan diserahkan dalam bentuk uang, terus dibelikan sendiri sesuai kebutuhan. Yang penting ada bukti struknya,” ungkapnya.

Namun, protes warga yang mengembalikan kepada Kades Kebotohan itu mendapatkan ganti uang sebesar Rp 550 ribu dengan syarat beras belum dibuka.

Saat dikonfirmasi,Kades Kebotohan, Ziaul Haq membantah bahwa ia memaksa warganya untuk membeli beras pada agen yang dikelola tiap ketua kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Hanya mengarahkan saja kalau mau beli di masing-masing kelompok KPM monggo. Niatnya membantu dan memastikan kalau bantuan benar-benar dibelikan sembako bukan yang lain, ” terangnya.

Ia juga menyangkal bahwa kualitas beras buruk untuk warganya.Sedangkan untuk telur, perbedaan jumlah telur yang didapat warga, Ziaul Haq mengaku disesuaikan dengan harga beras tahap kedua yang lebih murah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *