Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji 2027, Mas Pipin: Skema Asrama Haji Harus Dikaji Matang

Metaranews.co, Kediri – Bandara Dhoho Kediri resmi diproyeksikan menjadi salah satu embarkasi haji di Jawa Timur pada tahun 2027 mendatang.

Langkah besar ini disebut Pemprov Jawa Timur sebagai salah satu cara mengurai kepadatan di Embarkasi Surabaya, sekaligus mewujudkan pemerataan pelayanan ibadah haji di wilayah mataraman dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Menanggapi rencana strategis tersebut, Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Khusnul Arif menyambut baik adanya proyeksi tersebut, ia juga memberikan apresiasi sekaligus catatan penting terkait kesiapan sarana dan prasarana penunjang di lapangan.

“Kami di DPRD Jatim tentu menyambut baik dan mendukung penuh rencana ini. Bandara Dhoho secara teknis sudah dinilai layak oleh Kemenhub untuk menerbangkan pesawat berbadan lebar (wide body). Ini adalah lompatan besar bagi infrastruktur dan pelayanan publik di Jawa Timur,” ujar Mas Pipin saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).

Namun, legislator asal daerah pemilihan Kediri ini mengingatkan bahwa kesiapan bandara saja tidak cukup. Ia menyoroti rencana awal pemberangkatan 10.548 jemaah dari 10 kabupaten/kota sekitar yang saat ini memunculkan dua opsi skema pemondokan, yaitu tetap menggunakan Asrama Haji Surabaya atau memanfaatkan hotel-hotel di wilayah Kediri sebagai asrama haji sementara.

“Skema asrama haji ini harus dikaji dengan sangat matang. Jika memilih opsi menggunakan hotel di Kediri, standarisasi layanannya tidak boleh di bawah Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Mulai dari pengecekan kesehatan, dokumen, hingga manajemen bagasi jemaah harus setara dan tersertifikasi. Kita tidak ingin kenyamanan jemaah berkurang,” tegas Khusnul.

Lebih lanjut, Khusnul Arif menekankan pentingnya enam langkah strategis yang telah dirumuskan dalam rapat koordinasi, mulai dari validasi data wilayah, sosialisasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang transparan, hingga pembentukan tim koordinasi khusus lintas instansi.

“Kuncinya ada pada koordinasi lintas sektor antara Kementerian Agama, Pemda, otoritas bandara, dan stakeholder terkait. Komisi D DPRD Jatim akan terus mengawal proses ini, termasuk mendesak dilakukannya uji coba dan simulasi bertahap sebelum tahun 2027 agar semua potensi kendala bisa dimitigasi sejak awal. Ibadah haji ini menyangkut kekhusyukan masyarakat, jadi persiapannya harus zero mistake,” katanya.

“Dengan sisa waktu persiapan, Bandara Dhoho Kediri diharapkan tidak hanya menjadi gerbang transportasi baru, melainkan juga simbol peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji yang lebih humanis dan efisien bagi masyarakat Jawa Timur,” tambahnya.

Pos terkait