Meteranews.co, Kediri — Aktivitas pembakaran lahan, ilalang, dan sisa panen kembali mengganggu perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun. Dalam sepekan terakhir, sedikitnya dua kejadian kebakaran dilaporkan terjadi di sekitar jalur rel dan memaksa masinis mengambil langkah antisipasi demi keselamatan perjalanan.
Kondisi tersebut membuat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun memperketat pengawasan di sejumlah titik yang dinilai rawan. KAI juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, jerami, ilalang, maupun lahan di sekitar jalur kereta api.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan material kering seperti ilalang dan sisa panen sangat mudah terbakar, terutama pada musim kemarau. Kondisi tersebut diperparah dengan angin kencang yang dapat membuat api dengan cepat menjalar hingga mendekati jalur rel.
Dua kejadian terbaru terjadi di wilayah Daop 7 Madiun. Pertama, kebakaran terjadi di Km 134+400 jalur hilir petak Stasiun Bagor-Saradan. Api diketahui berasal dari ilalang yang dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK).
Informasi mengenai kebakaran tersebut disampaikan oleh masinis KA 278 Sritanjung yang melihat adanya api di dekat jalur KA saat melintas.
Kejadian kedua berlangsung di Km 172+2/3 petak jalan Stasiun Kras-Ngadiluwih. Masinis KA 273 Kahuripan relasi Blitar-Kiaracondong melihat kobaran api di sekitar jalur KA yang diduga berasal dari pembakaran lahan tebu oleh warga.
”Tiupan angin yang cukup kencang membuat api mengarah ke jalur KA. Kondisi itu menyebabkan KA 273 harus melakukan berhenti luar biasa (BLB) sebagai langkah pencegahan, katanya, Rabu (16/9/2026).
Tohari menjelaskan, keberadaan api maupun asap tebal di sekitar jalur rel dapat mengganggu perjalanan kereta api. Selain mengurangi jarak pandang masinis, api yang merambat menuju jalur KA juga berpotensi membahayakan rangkaian kereta, penumpang, hingga fasilitas operasional.
”Keselamatan adalah urat nadi dari seluruh operasional KAI. Sesuai dengan prosedur, Masinis yang melihat potensi bahaya kebakaran akan segera melaporkan gangguan tersebut kepada Pusat Pengendali Perjalanan KA (Pusdal). Laporan ini kemudian diteruskan secara real-time kepada unit pengamanan, fasilitas jalan rel, serta KA-KA selanjutnya yang akan melewati petak jalan tersebut guna mengantisipasi risiko lebih lanjut,” jelas Tohari.
Menurutnya, sebagian besar jalur KA di wilayah Daop 7 Madiun melintasi kawasan persawahan dan perkebunan. Karena itu, pada musim kemarau, material vegetasi yang mengering menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran.
Apabila api atau kepulan asap tebal terlihat di dekat jalur KA, masinis wajib melakukan tindakan preventif. Langkah tersebut dapat berupa pengurangan kecepatan hingga menghentikan perjalanan secara luar biasa atau BLB.
Tindakan itu dilakukan untuk memastikan api maupun asap tidak menimbulkan risiko terhadap perjalanan KA. Risiko juga dinilai semakin besar apabila api menjalar hingga menyambar lokomotif atau rangkaian kereta.
KAI mengingatkan potensi bahaya tersebut tidak hanya berlaku bagi kereta penumpang. Kereta api barang yang membawa muatan logistik juga memiliki risiko apabila melintas di tengah kondisi kebakaran, terlebih jika muatannya memiliki sifat mudah terbakar.
Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 7 Madiun terus melakukan patroli di sejumlah jalur yang dianggap rawan. Sosialisasi juga dilakukan secara langsung kepada kelompok tani dan masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel.
Selain itu, alat pemadam api ringan (APAR) disiagakan di pos-pos penjagaan sebagai bagian dari upaya menghadapi potensi kebakaran.
KAI juga mengingatkan bahwa aktivitas yang dengan sengaja membahayakan keselamatan perjalanan kereta api dapat berujung pada tindakan hukum. Penindakan mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
”Kami memohon kerja sama, kesadaran, dan kepedulian yang besar dari seluruh masyarakat. Kami ingatkan agar ilalang, lahan, maupun jerami sisa panen jangan dibakar, karena angin kencang di musim kemarau ini bisa membuat api merembet ke jalur KA dalam hitungan detik. Mari bersama-sama kita jaga keselamatan perjalanan kereta api. Perjalanan kereta api yang aman dan selamat adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Tohari.






