Metaranews.co, Jombang – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, memantapkan langkahnya dalam bursa pencalonan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Berbekal dukungan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Gus Kikin mengaku optimistis menyambut Muktamar dan telah menyiapkan program utama untuk masa depan NU.
Terkait proses pencalonannya, Gus Kikin menyatakan kesiapannya mengikuti seluruh tahapan dan menyerahkan hasil akhirnya kepada para peserta Muktamar (muktamirin).
“Saya dicalonkan oleh PWNU Jawa Timur. Kemudian kita masuk ke proses-proses ini sekarang ini di dalam Muktamar itu. Ya nanti kita lihat lah bagaimana muktamirinnya. Itu yang menentukan muktamirin nanti,” ujarnya.
Gus Kikin juga mengimbau semua pihak agar tetap tenang mengikuti dinamika yang ada.
”Supaya semuanya sabar menunggu proses itu berlangsung. Saya rasa semua punya peluang,” tuturnya.
Meski menyadari setiap calon memiliki peluang yang sama, ia menegaskan rasa optimismenya yang terbangun dari hasil silaturahim ke berbagai pihak menjelang perhelatan.
“Ya kalau saya selalu optimis lah. Wis pokoknya optimis, kan kita ini tugasnya itu bersilaturahim. Kalau banyak yang responsnya bagus, ya saya rasa mungkin cukup untuk optimis itu,” tambahnya.
Jika dipercaya memimpin PBNU, Gus Kikin telah menyiapkan satu program krusial yang menjadi fokus utamanya, yakni pengembalian nilai-nilai Qanun Asasi (pedoman dasar berdirinya NU). Gagasan ini berangkat dari penemuan naskah dan buku asli Qanun Asasi di Pesantren Tebuireng.
“Yang khusus itu karena kami itu, saya di Tebuireng itu menemukan naskahnya Qanun Asasi, bukunya Qanun Asasi, dan itu akan kita pelajari bagaimana Qanun Asasi itu bisa diperlakukan lagi untuk perjalanan NU ke depan,” jelas Gus Kikin.
Ia menyadari bahwa proses adaptasi tersebut akan membutuhkan kajian mendalam. “Nah itu jadi itu yang paling utama itu. Cukup lama itu nanti untuk bisa mengaplikasikan Qanun Asasi itu ke dalam perjalanan NU ke depan,” tegasnya.
Menyinggung soal sistem pemilihan Ketua Umum PBNU yang kerap menjadi perdebatan, Gus Kikin menyerahkan sepenuhnya pada keputusan komisi organisasi. Baginya, esensi terpenting dari pemilihan adalah keadilan dan keterwakilan suara dari tingkat bawah hingga pucuk pimpinan.
“Ya, nah itu nanti di komisi organisasi ini nanti. Jadi, ya manalah yang paling adil. Pemilihan nanti cabang-cabang diberikan peluang, PC, PW diberikan peluang untuk menyampaikan aspirasinya. Nah kemudian bagaimana di atas nanti, Rais Aam itu juga ikut berperan di dalam memutuskan,” terangnya.
Mengenai mekanisme spesifik yang akan digunakan, Gus Kikin memilih untuk bersikap fleksibel dan menunggu kesepakatan forum.
”Ada beberapa opsi, saya rasa ya nanti kita lihat lah. Kan tergantung muktamirin juga. Nanti di komisi organisasi itulah. Nanti kita tunggu apa yang harus kita lakukan,” pungkasnya. (***)
Penulis : Ubadhilah
Editor : Imam Mubarok
Didukung PWNU Jatim, Gus Kikin Optimis Maju Caketum PBNU dan Bawa Visi Qanun Asasi






