Terungkap! Berikut Hasil Lab Sampel MBG yang Bikin 259 Warga SMPN 1 Kabuh Jombang Sakit

Foto : Warga SMPN 1 Kabuh Jombang saat dilarikan ke Puskesmas Kabuh./Karimatul Maslahah/

Metaranews.co, Kabupaten Jombang – Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan air dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, telah keluar.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang menemukan bakteri E. coli dengan kadar tertinggi pada sampel udang saus padang.

Kepala Dinkes Jombang dr. Hexawan Tjahja Widada mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium yang diterima pada Jumat (11/9) menunjukkan adanya kandungan bakteri pada beberapa sampel.

Dari sejumlah sampel yang diperiksa, kandungan bakteri paling tinggi ditemukan pada menu udang saus padang.

“Paling agak lumayan di saus padang itu. Udang saus padang itu E. coli-nya,” kata Hexawan, Selasa (15/9/2026).

Berdasarkan hasil uji laboratorium, sampel udang saus padang diketahui mengandung E. coli sebanyak 120 CFU per gram. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan sampel makanan lain yang diperiksa.

Saat ditanya mengenai sumber keracunan yang dialami ratusan siswa SMPN 1 Kabuh, Hexawan kembali menegaskan temuan tersebut.

“Ya dari udang saus padang,” tegasnya.

Menurut Hexawan, bakteri E. coli seharusnya tidak ditemukan dalam makanan. Karena itu, temuan tersebut menjadi salah satu dasar Dinkes dalam mengidentifikasi sumber kejadian.

“Kalau makanan, E. coli itu harusnya negatif,” ujarnya.

Selain pada udang saus padang, hasil pemeriksaan juga menemukan bakteri pada sampel nasi dan air yang digunakan di SPPG Mangunan.

Pada sampel nasi ditemukan bakteri Bacillus cereus. Sementara itu, sampel air diketahui mengandung E. coli.

“Di nasi itu ada Bacillus cereus. Kemudian airnya juga ada E. coli,” jelasnya.

Sampel air tersebut merupakan air yang digunakan untuk operasional SPPG Mangunan, termasuk air galon isi ulang. Namun, Hexawan menyebut kandungan bakteri pada sampel air tidak setinggi yang ditemukan pada udang saus padang.

Sebelumnya, Dinkes Jombang mengambil sejumlah sampel dari SPPG Mangunan untuk menjalani pemeriksaan di BBLK Surabaya. Sampel yang diperiksa meliputi makanan yang dibagikan kepada siswa, air yang digunakan di SPPG, serta makanan yang masih tersimpan di lokasi.

Temuan bakteri tersebut juga dinilai berkaitan dengan rentang waktu munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa.

Menu MBG dikonsumsi sekitar pukul 11.30 WIB. Kemudian, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan seperti diare, mual, dan sakit perut sekitar pukul 17.00 WIB.

“E. coli kan butuh waktu tiga jam, empat jam,” kata Hexawan.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga SMPN 1 Kabuh mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG pada Rabu (2/9). Menu yang dibagikan terdiri atas nasi putih, udang saus padang, tahu susu, tumis wortel-sawi putih-brokoli, dan pepaya.

Jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan kesehatan kemudian terus bertambah. Berdasarkan data terakhir Dinkes Jombang, sebanyak 259 orang terdampak dalam kejadian tersebut.

Sebagian warga sekolah sempat menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, sedangkan lainnya memilih mendapatkan pengobatan secara mandiri.

Pos terkait