Puluhan Siswa di Kota Kediri Diduga Keracunan MBG, SPPG Langsung Disuspend

‎Foto: Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati Memberi Keterangan Kepada Wartawan Usai Menjenguk Korban Keracunan di RSUD Gambiran (Darman/Metaranews)

Metaranews.co, Kediri – Jumlah korban diduga keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah. Hal ini diketahui saat Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjenguk korban yang masih di rawat di RSUD Gambiran, Kamis (27/9/2026) malam.

‎Sebanyak 37 siswa di Kota Kediri mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam program MBG.

‎Peristiwa tersebut terjadi di sejumlah sekolah, di antaranya SDN Kampung Dalem 3 dan 4, SDN Kaliombo. Para siswa dilaporkan mengalami keluhan mulai dari pusing, mual, perut terasa panas hingga muntah setelah menyantap makanan MBG.

‎Vinanda mengatakan, dari total 37 siswa yang terdampak, sebagian mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan. Sekitar 10 siswa masih menjalani perawatan di RSUD Gambiran, sementara siswa lainnya menjalani rawat jalan.

‎”Jadi totalnya ada 37. Yang sempat dirawat di Gambiran, kemudian sisanya rawat jalan. Tadi memang sudah dicek kesehatannya oleh puskesmas, alhamdulillah yang rawat jalan tadi sudah membaik,” kata Vinanda.

‎Sementara siswa yang masih dirawat di rumah sakit masih mengalami sejumlah keluhan. Tim medis terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi mereka membaik.

‎”Kondisinya masih ada yang mual, muntah dan sebagainya. Sehingga tadi dokter-dokter pun juga selalu melakukan pemantauan,” ujarnya.

‎Menindaklanjuti kejadian tersebut, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG untuk sekolah terdampak telah dihentikan sementara atau disuspend.

‎Vinanda menjelaskan, penghentian operasional SPPG dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Pemkot Kediri kemudian akan berkoordinasi dengan BGN terkait hasil investigasi.

‎”Kita tentunya nanti akan berkomunikasi dengan BGN, karena kita tidak punya kewenangan untuk melakukan penutupan. Tadi yang melakukan penutupan adalah BGN,” jelasnya.

‎Dengan adanya suspensi tersebut, SPPG dimaksud dipastikan tidak beroperasi untuk sementara waktu.

‎Sebelumnya, sembilan siswa SDN Kampung Dalem 3 dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG pada Kamis pagi.

‎Guru kelas 6 SDN Kampung Dalem 3, Eni Sulistyawati, mengatakan keluhan muncul setelah para siswa menyantap makanan yang dibagikan.

‎”Perutnya panas, terus mual, kemudian muntah. Yang sembilan anak itu, delapan sama, yang satu hanya bersendawa,” kata Eni.

‎Pihak sekolah juga menerima laporan mengenai adanya makanan yang memiliki aroma berbeda. Guru menyebut ayam yang disajikan berbau, sementara buah juga disebut memiliki aroma dan rasa yang berbeda.

‎”Kalau dari saya, yang dicurigai itu buah dan air. Ayamnya sudah agak berbau, buahnya juga berbau,” ujarnya.

‎Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab keluhan para siswa.

‎Vinanda menegaskan, pemerintah belum dapat memastikan penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa. Pemeriksaan laboratorium masih dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.

‎”Apakah ini dari bakteri atau memang ada bahan makanan yang tidak aman untuk anak-anak, sehingga hasilnya masih proses,” katanya.

‎Pemkot Kediri juga telah berkoordinasi dengan TNI, Polri dan Kejaksaan untuk melakukan investigasi terkait kejadian tersebut.

‎Selain penanganan medis, pemerintah kota juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi anak-anak yang terdampak maupun siswa lainnya jika diperlukan.

‎”Ya tentu. Nanti akan kita lakukan pendampingan, kita tidak akan lepas. Ini menjadi tanggung jawab kita,” ujar Vinanda.

‎Untuk siswa yang mengalami gejala, Pemkot Kediri menyebut mereka akan diistirahatkan terlebih dahulu. Sementara siswa yang sehat tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar.

‎Vinanda juga memastikan pemerintah akan berkoordinasi terkait biaya perawatan para siswa yang terdampak.

‎”Kita koordinasikan, tapi pada prinsipnya nanti kita siap. Ini menjadi tanggung jawab,” katanya.

‎Pemkot Kediri selanjutnya akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG, khususnya terkait sanitasi, kebersihan dan kelayakan bahan makanan.

‎”Kita akan perkuat pengawasan, kita akan terus kawal, dan tentunya kita akan selalu melakukan evaluasi. Dari sisi sanitasi, kebersihan, dari sisi bahan makanan yang layak, ini harus kita terus evaluasi,” tegasnya.

‎Hingga saat ini, penyebab pasti keracunan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium

Pos terkait