Metaranews.co, Kota Kediri – Semuanya bermula dari rasa penasaran. Gysella Felicia Putri, siswi kelas 10, SMK TI Pelita Nusantara Kota Kediri, melihat temannya mengikuti sebuah olimpiade.
Dari situ ia mulai menelusuri berbagai kompetisi, hingga menemukan Olimpiade Nasional Indonesia 17 dan memilih bidang Bahasa Indonesia.
Ia tak punya waktu persiapan panjang, hanya sekitar dua minggu. Hasilnya di luar dugaan: medali perak.
Olimpiade yang digelar PT Olimpiade Nasional Indonesia itu berlangsung secara daring pada 20 September 2026. Pesertanya pelajar jenjang SMA, SMK, dan MA sederajat dari berbagai daerah.
Gysella memperkirakan jumlahnya lebih dari 200 orang, meski ia tak tahu angka pastinya.
Alasan Gysella ikut sederhana. Ia sedang punya waktu luang dan ingin menguji kemampuannya sendiri.
“Pas ada waktu luang juga sih, terus saya juga tertarik ikut bahasa Indonesia buat ngetes kemampuan saya juga,” katanya.
Selama dua pekan itu, Gysella belajar sendiri. Ia mengulang materi yang pernah didapat saat les, lalu menambah bahan dari YouTube. Tak ada pendampingan khusus dari sekolah.
Saat ujian berlangsung, ia justru dihantam rasa pesimistis. Soal-soalnya terasa sulit.
“Pas itu saya melihat soalnya lumayan susah, sepertinya tidak ada harapan, ternyata ya Alhamdulillah, saya mendapatkan medali perak ini,” ujarnya.
Ini bukan pengalaman pertamanya. Sebelumnya Gysella sudah pernah mengikuti olimpiade Matematika, IPA, dan IPS.
Namun, olimpiade Bahasa Indonesia inilah yang pertama kali mengantarkannya membawa pulang medali.
Medali perak tak membuat Gysella puas. Ia berencana kembali mengikuti olimpiade Bahasa Indonesia dan kali ini membidik emas.
“Pengennya sih fokus ikut olimpiade Bahasa Indonesia lagi, agar dapat medali emas,” ujarnya.
Ada hal lain yang membuat kisah ini menarik. Gysella mengikuti olimpiade tersebut tanpa memberi tahu pihak sekolah lebih dulu.
Kabar kemenangannya baru sampai ke Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Triyantoro, S.Kom., lewat wali kelas dalam sebuah rapat.
Triyantoro mengaku bangga. Menurut dia, prestasi itu ikut mengangkat nama SMK TI Pelita Nusantara di ajang nasional.
“Ya, tanggapan saya sangat bangga sekali dan menyenangkan menerima kabar yang baik. Karena Olimpiade Bahasa Indonesia ini ya membuat nama SMK TI tercantum di dalamnya,” katanya.
Ia berharap capaian Gysella bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Siswa lain pun didorong lebih aktif mencari informasi dan mengikuti kompetisi sesuai minat masing-masing. Menurut Triyantoro, pendampingan guru tetap penting agar siswa bisa mengetahui kesulitan dan kekurangan mereka selama persiapan.
Untuk bidang Bahasa Indonesia, ia berharap evaluasi dari guru mata pelajaran dapat menjadi bekal bagi siswa yang hendak mengikuti kompetisi serupa.
“Perlu diasah lagi supaya nanti yang lainnya juga bisa apa, menjadi terinspirasi dan termotivasi,” pungkas Triyantoro.






