Metaranews.co, Kabupaten Jombang – Sebuah kisah menarik tentang Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, masih tersimpan dalam ingatan warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.
Kisah itu berkaitan dengan kunjungan Bung Karno ke Ploso pada Rabu, 24 September 1952.
Salah satu saksi hidup yang masih mengingat peristiwa bersejarah tersebut adalah Jaimah atau yang akrab disapa Mbah Jaimah.
Saat peristiwa itu terjadi, ia diperkirakan masih berusia belasan tahun atau setara pelajar SMP.
Mbah Jaimah menuturkan, saat itu dirinya berada bersama Nyai Suwi atau Mbok Suwi di sebuah warung yang berada di kawasan yang kini menjadi lokasi depan Polsek Ploso.
Mereka menunggu kedatangan Bung Karno yang tengah melakukan kunjungan ke daerah tersebut.
“Nyai Suwi di dalam warung, saya di luar warung. Kemudian Bung Karno lewat, nah itu orangnya,” kenang Mbah Jaimah saat menceritakan kembali peristiwa yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade lalu.
Meski usia telah senja, ingatan Mbah Jaimah mengenai momen tersebut masih cukup jelas. Ia juga mengaku pernah mendengar bahwa Nyai Suwi merupakan sosok yang mengasuh Soekarno semasa kecil.
“Katanya saat kecil diasuh Nyai Suwi,” ujarnya.
Cerita serupa juga disampaikan Mursyid, warga Rejoagung lainnya. Berdasarkan kisah yang ia dengar dari ayahnya, Bung Karno sempat menanyakan keberadaan Mbok Suwi saat berada di Ploso.
“Iya, dulu Pak Karno keluar di sini, malah mencari Mbah Suwi. Itu yang mengasuh,” tutur Mursyid menirukan cerita ayahnya.
Pemerhati sejarah sekaligus anggota TACB Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif, mengatakan, nama Nyai Suwi atau Mbok Suwi selama ini jarang tercatat dalam narasi sejarah resmi.
Namun, memori kolektif masyarakat Ploso masih menyimpan kisah tentang perempuan yang disebut-sebut sebagai pengasuh Bung Karno sejak lahir.
Jejak keberadaan Mbok Suwi kembali terungkap pada 2024 melalui penelusuran sejarah yang dilakukan Binhad Nurrohmat bersama Situs Persada Soekarno Kediri.
Mereka berhasil menemukan makam Mbok Suwi beserta keluarganya, termasuk cucu angkatnya yang bernama Abdul Hamid. Diketahui, Mbok Suwi tidak memiliki anak kandung.
“Makam Mbok Suwi maupun rumah keluarga Abdul Hamid berada di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso,” ujarnya.
Kunjungan Bung Karno ke Ploso pada 1952 juga dibenarkan penelusur sejarah Jombang, Moch Faisol.
Penulis buku “Menemukan Bung Karno di Jombang” itu mengaku menemukan dokumentasi kunjungan tersebut dari arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur.
“Foto itu saya temukan dari koleksi Disperpusip Jatim. Dalam foto itu Bung Karno disambut lautan manusia,” kata Faisol.
Menurutnya, dalam dokumentasi tersebut tampak sejumlah warga membawa spanduk untuk menyambut sang presiden. Salah satu spanduk bertuliskan, “Pak Karno ingatlah waktu timur, arek-arek Ploso minta wedjangan!”
Faisol menjelaskan, kunjungan Bung Karno ke Ploso merupakan bagian dari rangkaian lawatan Presiden Soekarno ke berbagai daerah, guna menggalang dukungan rakyat dalam perjuangan mengembalikan Irian Barat ke wilayah NKRI.
Ia menilai, kunjungan tersebut menjadi bukti adanya ikatan emosional yang kuat antara Bung Karno dan Ploso.
“Sejarah kunjungan Presiden Soekarno ke Ploso ini menunjukkan adanya keterikatan batin antara Bung Karno dengan Ploso sebagai tempat kelahirannya,” tegas Faisol.






