Jaga Warisan Cagar Budaya, Kecamatan Kota Kediri Gagas Gerakan Bersih Jembatan Lama Tiap Hari Jumat

Metaranews.co, Kota Kediri – Kepedulian terhadap kelestarian Jembatan Lama Kediri, yang telah ditetapkan sebagai Struktur Cagar Budaya Peringkat Nasional, terus diwujudkan melalui aksi nyata.

Pemerintah Kecamatan Kota Kediri bersama seluruh kelurahan di wilayahnya menggagas gerakan rutin menjaga kebersihan kawasan Jembatan Lama sebagai upaya melestarikan salah satu warisan budaya paling bersejarah di Kota Kediri.

Bacaan Lainnya

Gerakan ini merupakan inisiatif Camat Kota Kediri, Agus Suharyanto, M.Si, yang melihat masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian cagar budaya.

Dalam pelaksanaannya, setiap hari Jumat diterapkan sistem piket bergilir. Sebanyak empat personel dari Kecamatan Kota Kediri bersama empat personel dari kelurahan diterjunkan untuk membersihkan kawasan Jembatan Lama dan lingkungan sekitarnya.

Menurut Agus Suharyanto, kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti membersihkan sampah, tetapi juga menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa Jembatan Lama merupakan warisan budaya bangsa yang harus dijaga bersama.

“Jembatan Lama bukan sekadar sarana penghubung, tetapi bagian dari sejarah panjang Kota Kediri dan Indonesia. Karena itu, kelestariannya menjadi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Gerakan tersebut dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai aktivitas masyarakat yang kurang mencerminkan kepedulian terhadap cagar budaya. Kawasan Jembatan Lama kerap dijadikan tempat berkumpul, minum kopi, dan merokok. Tidak sedikit pengunjung yang membuang puntung rokok sembarangan, sehingga beberapa kali memicu kebakaran pada tumpukan sampah maupun rerumputan di sekitar struktur jembatan.

Kondisi tersebut dinilai dapat mengancam kelestarian kawasan cagar budaya apabila tidak diantisipasi sejak dini. Oleh sebab itu, Pemerintah Kecamatan Kota Kediri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan, ketertiban, dan kelestarian Jembatan Lama.

Jembatan Lama atau Brug Over den Brantas te Kediri sendiri merupakan salah satu mahakarya teknik sipil peninggalan Hindia Belanda yang dibangun pada 1854–1869 dan diresmikan pada 18 Maret 1869. Selama lebih dari 150 tahun, jembatan ini menjadi saksi perkembangan Kota Kediri sejak masa kolonial, pendudukan Jepang, perjuangan kemerdekaan, hingga Indonesia modern.

Upaya pelestarian Jembatan Lama dimulai pada 1 Maret 2013 melalui inisiasi Imam Mubarok, yang menggagas penelitian sejarah dan pengusulan status cagar budaya. Kajian tersebut berkembang menjadi penelitian komprehensif yang melibatkan berbagai pihak hingga akhirnya memperoleh pengakuan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi pada tahun 2019.

Perjalanan tersebut mencapai puncaknya pada 2022, ketika Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia menetapkan Jembatan Lama Kediri sebagai Struktur Cagar Budaya Peringkat Nasional melalui Keputusan Menteri Nomor 60/M/2022.

Sebagai satu-satunya cagar budaya peringkat nasional di Kota Kediri, Jembatan Lama memiliki nilai penting tidak hanya bagi masyarakat Kediri, tetapi juga bagi sejarah teknologi, transportasi, dan perkembangan peradaban Indonesia.

Melalui gerakan bersih-bersih rutin ini, Pemerintah Kecamatan Kota Kediri berharap tumbuh budaya gotong royong dan rasa memiliki di tengah masyarakat sehingga kelestarian Jembatan Lama dapat terus terjaga untuk generasi yang akan datang.(GB)

Pos terkait