Inilah Alasan Mengapa Tulisan Dokter Jelek dan Sulit Dibaca

dokter
Ilustrasi dokter yang sedang melih catatan. (Pexels)

Metaranews.co, HiburanTau mengapa tulisan dokter jelek? Mungkin bagi yang belum tau dan sering melihat fakta itu ketika berobat, temukan jawabannya di bawah ini.

Setiap kita berobat ke dokter, pasti kita akan melihat fakta yang tidak bisa dipungkiri bahwa mayoritas dokter memiliki tulisan yang cukup sulit dibaca.

Bacaan Lainnya

Entah itu menulis di resep obat atau di rekam medis pasien.  Biasanya, semakin senior, semakin “senior” tulisan tangannya alias susah untuk dibaca.

Tentu sebagai orang awam kita pasti akan menyipitkan mata untuk bisa melihat dan memahaminya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa tulisan hanya bisa dibaca oleh Tuhan dan dirinya sendiri.

Kebiasaan ini kemudian sering menjadi masalah tersendiri dalam dunia medis dan farmasi.  Sebab, ketika tulisan semakin tidak terbaca, berarti peluang terjadinya kesalahan semakin tinggi.  Entah kesalahan diagnosis atau ketidaktepatan dosis obat.

“Seiring waktu, masalah tulisan tangan dokter yang tidak terbaca telah menjadi masalah sistemik dalam perawatan kesehatan,” tulis Donald M. Berwick dan David E. Winickoff dalam “Kebenaran tentang tulisan tangan dokter: studi prospektif” (1996).

Tulisan Tangan Jadi Problem Klasik Dalam Dunia Kedokteran

dokter
Ilustrasi dokter yang sedang melih catatan. (Pexels)

Masalah ini tidak pernah terjadi di Inggris.  Dalam penelitian “Tulisan Tangan yang Buruk Tetap Menjadi Masalah Signifikan Dalam Kedokteran” (2006) terungkap bahwa di Inggris tulisan tangan dokter yang buruk berkontribusi pada peningkatan masalah 30 ribu orang setiap tahun.  Ada yang sakitnya semakin parah, ada juga yang meninggal dunia karena tulisan tidak terbaca.

Di Indonesia juga pernah terjadi kasus di tahun 2021 yang menimpa dua pegawai apotek karena masalah ini. Melansir Kompas, cerita bermula saat seorang pasien datang ke apotek tempat pegawainya bekerja untuk menebus resep.

Namun karena resepnya tidak bisa dibaca dan dokternya tidak bisa dihubungi, maka petugas mengirimkan resep tersebut ke rumah.  Lalu beberapa hari kemudian pasien datang lagi, dan berhasil membawa obat.  Namun, setelah itu pasien jatuh sakit.

Mengapa Tulisan Dokter Jelek?

Dokter Gary Larson di Forbes mengatakan bahwa ini adalah tradisi sejak masa kuliah. Kandidat dokter sering menerima berton-ton materi. Akibatnya mereka membutuhkan waktu yang cepat untuk merekamnya. Akibatnya, tulisan tangannya jauh dari bagus.

Kebiasaan ini berlanjut ketika mereka lulus.  Salah satu dokter di situs The Healthy menjelaskan bahwa hal ini disebabkan beban dokter yang tinggi.

Biasanya bekerja berjam-jam.  Mulai dari menjaga bangsal, pelayanan gawat darurat hingga melayani pasien di praktek khusus.

Tidak hanya melayani pasien dalam hitungan jari, tapi lebih dari itu.  Beban kerja masing-masing dokter juga berbeda.  Biasanya untuk dokter spesialis, beban kerja dan waktunya lebih tinggi.

Artinya, saat menulis pun mereka harus cepat.  Itu sebabnya tidak mungkin mereka bisa menulis dengan rapi mengingat pengerjaannya membutuhkan waktu yang cepat.  Semakin cepat Anda menulis, semakin efisien waktu Anda.

Secara tidak langsung, menulis cepat yang membuat tulisan jelek menjadi kebiasaan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di luar dunia kedokteran.

Alasan-alasan ini tampaknya masuk akal, tetapi tidak dapat dibenarkan.  Kembali ke pernyataan di atas bahwa semakin tidak terlihat tulisan tangan, semakin besar kemungkinan kesalahannya.

Namun, di era digital masalah ini tidak perlu lagi dikhawatirkan.  Banyak pusat layanan kesehatan yang telah melakukan digitalisasi layanan, antara lain menulis diagnosis, membuat rekam medis, dan meresepkan obat.

Jadi? Sudah bisa mengambil kesimpulan mengapa tulisan dokter tidak bisa dibaca dengan jelas? Kalau sudah, jangan banyak mengeluh ketika mendapati ada tulisan yang kurang jelas yah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *