Perubahan Iklim Timbulkan Gelombang Panas, Kulit Bisa Terbakar Jika Berjemur Dibawah Matahari

Gelombang panas
Ilustrasi saat berada di cuaca yang panas. (iStock)

Metaranews.co, Kesehatan – Suhu panas selama satu bulan terakhir dialami di beberapa daerah di Indonesia. Hal ini bisa juga disebut Gelombang panas atau Heatwave.

Peristiwa ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan di beberapa negara kawasan Asia Tenggara.

Bacaan Lainnya

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini terjadi akibat gelombang panas yang sedang melanda negara-negara Asia.

Gelombang panas
Ilustrasi saat berada di cuaca yang panas. (iStock)

Lantas, apa penyebab terjadinya gelombang panas?

Melansir Helodoc, gelombang panas adalah ketika suhu panas cuaca di lingkungan lebih tinggi dari biasanya, bahkan berkepanjangan. Masalahnya, juga dikenal sebagai gelombang panas, bisa berlangsung dari hari ke minggu.

Kenaikan suhu udara yang terjadi bahkan bisa mencapai 5 derajat Celcius. Hal ini dapat menyebabkan kulit terbakar saat terkena sinar matahari langsung. Jika terus dibiarkan, Anda bisa mengalami risiko kesehatan yang bisa berakibat fatal.

Penyebab Heatwave atau Gelombang Panas

Tekanan tinggi di permukaan tanah dapat menciptakan gelombang panas. Setiap 100 meter udara didorong ke bawah, menyebabkan kenaikan suhu 1 derajat Celcius.

Tidak hanya itu, tekanan yang tinggi juga dapat menyebabkan kubah panas sehingga gelombang panas semakin parah.

Kubah panas terjadi ketika area bertekanan tinggi berada di tempat yang sama selama beberapa hari.

Ini memerangkap udara yang menciptakan kehangatan lebih tinggi dan tidak ada sirkulasi. Akhirnya, ini akan menyebabkan penumpukan terus menerus.

Faktor Penyebab

Ada beberapa faktor penyebab yang dapat memperburuk kondisi, diantaranya :

1. Perkotaan

Kota lebih panas dari pedesaan bisa terjadi karena padatnya penduduk di daerah tersebut. Di kota berpenduduk lebih dari satu juta orang, suhunya antara 1-3 derajat Celcius lebih hangat di siang hari, dan bahkan 12 derajat lebih panas di malam hari.

Bangunan di perkotaan menggunakan beton dan memiliki permukaan alami seperti rumput. Namun, memilih permukaan alami yang tepat dapat memantulkan lebih banyak radiasi matahari kembali ke atmosfer, sehingga mengurangi panas yang kembali ke atmosfer.

Kemudian, pemilihan beton dibuat dari bahan yang kedap air dan tidak reflektif sehingga meningkatkan penyerapan radiasi matahari. Oleh karena itu pemilihan bahan bangunan sangat penting dalam meningkatkan resiko terjadinya gelombang panas.

2. Perubahan iklim

Sementara gelombang panas terjadi secara alami di musim panas, perubahan iklim dapat meningkatkan durasi, intensitas, dan frekuensinya.  Padahal, emisi gas rumah kaca berdampak signifikan terhadap pemanasan global.

Oleh karena itu, area yang memiliki banyak rumah kaca akan terasa lebih panas.  Tidak hanya membuat udara semakin panas, perubahan iklim juga menyebabkan penyakit tertentu.

Cara Tetap Aman dalam Gelombang Panas

Agar tidak mengalami gangguan kesehatan, pastikan untuk lebih banyak mengonsumsi air minum dan mengenakan pakaian yang sesuai.  Hindari berada di dalam mobil dalam waktu lama tanpa AC.

Selain itu, hindari terlalu banyak terpapar sinar matahari, karena dapat membuat tubuh sulit menurunkan suhunya.

Padahal, kondisi ini bisa sangat berbahaya bagi sebagian orang, seperti ibu hamil, anak-anak, orang tua, dan masih banyak lagi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *