Bahan Dapur di Malang Melambung, Cabai Rawit Capai Rp 90 Ribu

Metaranews.co
Ilustrasi Pasar (ist)

Metaranews.co, Malang– Kebutuhan bahan dapur di Kabupaten Malang terus meroket. Hal ini dirasakan masyarakat di Pasar Gondanglegi, Kabupaten Malang. Pasalnya, kenaikan bahan dapur ini telah terjadi sekitar dua minggu terakhir.

Hal tersebut dibenarkan Rahmah, salah satu pedagang bahan dapur di Pasar Gondanglegi, Kabupaten Malang. Menurutnya, harga tersebut mengalami kenaikan secara bertahap sejak dua pekan lalu.

Bacaan Lainnya

“Sudah dua mingguan ini, katanya barangnya banyak yang kosong,” ¬†terang perempuan 60 tahun ini.

Bahan pokok dapur ini yang tengah naik ialah bawang merah, cabai rawit, cabai merah, tomat, dan kubis. Secara detail, Rahmah menyebut bawang merah yang biasanya hanya Rp 30 ribu, kini mencapai Rp 65 ribu. Kenaikannya mencapai 100 persen. Sedangkan, cabai merah kini harganya mencapai Rp 80 ribu dari harga normal Rp 40 ribu. Apalagi cabai rawit, kata Rahmah, per kilogram dijual dengan harga Rp 90 ribu, sedangkan harga normalnya hanya Rp 30 ribu. Sedangkan

Harga tomat pun saat ini cukup tinggi, yaitu Rp 17 ribu per kilogram. Padahal harga normalnya hanya Rp 7 ribu. Untuk kubis, saat ini dijual dengan harga Rp 12 ribu, sementara harga normalnya hanya Rp 5 ribu per kilogram. Sementara harga bawang putih justru turun, dari Rp 24 ribu per kilogram menjadi Rp 18 ribu.

Tak hanya di Pasar Gondanglegi, menurut data harga sembako harian milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, per Kamis (7/7/2022), harga bahan pokok di pasar-pasar lainnya juga mengalami kenaikan serupa.

Siti mengaku kenaikan harga ini justru merugikan baginya. “Kalau harganya mahal gini, untung saya malah cuma dikit. Mending harganya murah,” ujarnya.

Ia menambahkan, di saat harga normal, ia bisa menjual hingga 20 kilogram cabai setiap harinya. Namun di saat harganya mahal, ia hanya menjual tujuh atau delapan kilogram saja.

Menurutnya, pembeli memangkas kuantitas bahan pokok yang mereka beli di saat harga tinggi seperti sekarang. “Kalau harga murah biasanya beli satu kilogram, tapi kalau harga mahal, mereka cuma beli seperempat kilogram,” tuturnya.

Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi mengatakan kenaikan harga ini disebabkan oleh dua faktor, yaitu hari raya Iduladha dan anomali cuaca.

“Kenaikan harga bahan pokok dan barang penting lainnya umum terjadi menjelang hari raya,” kata Mahila.

Ia juga menjelaskan bahwa untuk komoditas cabai, bawang merah, kubis dan sayur-sayuran, harganya beranjak naik dikarenakan anomali cuaca. Di bulan Juni, semestinya wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau. Namun saat ini hujan masih kerap turun. Oleh karena itu, hasil panen tidak melimpah seperti biasanya.

“Saat ini cuaca sedang tidak menentu sehingga hasil panen berkurang dan pasokan pun berkurang,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *