Etilen Glikol Senyawa Berbahaya yang Diduga Jadi Penyebab Gagal Ginjal Akut pada Anak

Pharmaceutical Medicine Syrup Bottle Packaging Mockup (freepik)

Metaranews.co, Tips – Belakangan ini senyawa organik Etilen Glikol ramai menjadi pembahasan masyarakat lantaran diduga menjadi salah satu penyebab timbulnya penyakit Gagal Ginjal Akut pada anak.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia juga telah menarik beberapa obat yang diduga mengandung Etilen Glikol berlebih.

Bacaan Lainnya

Apa sebenarnya Etilen Glikol?

Etilen Glikol merupakan senyawa organik yang digunakan sebagai bahan mentah dalam pembuatan fiber poliester, industri pabrik, serta polietilena tereftalat (PET) yang digunakan pada botol plastik.

Sudah lama senyawa ini dipakai untuk bahan campuran pendingin mesin, karena titik bekunya sangat rendah dan titik didihnya lebih tinggi daripada air. Senyawa ini tak berwarna dan tak berbau.

Beberapa pakar menyebut, etilen glikol memiliki rumus molekul C2H6O2. Pada suhu kamar, senyawa ini berbentuk cair sedikit kental mirip dengan sirup, tidak berwarna dan berbau, serta memiliki rasa manis.

Etilen glikol berbahaya jika dikonsumsi atau masuk ke dalam tubuh. Jika tertelan dalam waktu sekitar 1-4 jam akan menyerap melalui lambung.

Usai penyerapan, 80 persen atau lebih etilen glikol secara kimiawi diubah menjadi senyawa beracun.

Toksisitas (tingkat merusak) etilen glikol dikategorikan ke dalam tiga tahap tumpang tindih yang luas dari efek kesehatan yang merugikan.

Tahap pertama atau tahap neurologis berlangsung dari 30 menit sampai 12 jam setelah mengonsumsi.

Tahap kedua atau tahap cardiopulmonary, terjadi antara 12 sampai 24 jam setelah konsumsi.

Adapun berdasarkan data yang dipublikasikan, dosis etilen glikol yang mematikan pada manusia dewasa dengan berat 70 kg, sekitar 100 ml.

Selain itu, masuknya etilen glikol ke dalam tubuh juga membawa efek sambungan jangka pendek yang berlangsung kurang dari 8 jam.

Keracunan etilen glikol dini mirip dengan keracunan etanol, tetapi tidak ada aroma alkohol pada napas pasien. Efek samping tersebut antara lain:

Depresi sistem saraf pusat, Kemabukan, Euforia, Pingsan, Depresi pernapasan, Mual dan muntah bisa terjadi akibat dari iritasi gastrointestinal atau saluran pencernaan.

Bahkan toksisitas yang parah dapat menyebabkan koma, hilangnya refleks, kejang (jarang), dan iritasi pada jaringan yang melapisi otak.

Bukan hanya itu, produk sampingan metabolisme beracun dari senyawa ini turut menyebabkan penumpukan asam dalam darah atau asidosis metabolik.

Biasanya, asidosis metabolik terjadi setelah keracunan etilen glikol. Kendati demikian, tidak adanya asidosis metabolik tidak menyingkirkan keracunan etilen glikol.

Namun zat beracun ini juga memengaruhi sistem kardiopulmoner dan dapat menyebabkan gagal ginjal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *