Metaranews.co, Kabupaten Jember – Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 tidak hanya menghadirkan kemeriahan peragaan busana, tetapi juga membawa misi membangun ekosistem industri kreatif yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.
Pesan tersebut mengemuka dalam pembukaan rangkaian JFC melalui Red Carpet yang digelar di depan Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (25/7/2026) malam.
Ratusan masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan kehadiran sejumlah tokoh nasional, di antaranya aktris senior Christine Hakim, desainer Bubah Alfian, Ingrid Widjanarko, jajaran Puteri Indonesia 2026, serta pelaku seni dan industri kreatif dari berbagai daerah.
Di balik kemeriahan penyambutan para tamu, penyelenggara menegaskan bahwa Red Carpet merupakan langkah baru untuk memperkuat posisi JFC sebagai ruang kolaborasi lintas sektor. Konsep tersebut diharapkan mampu mempertemukan dunia fesyen, perfilman, budaya, pariwisata, pelaku UMKM, hingga talenta kreatif dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Desainer Bubah Alfian mengatakan, kehadiran Christine Hakim menjadi simbol bahwa karya dari daerah memiliki peluang yang sama untuk tampil di panggung internasional. Menurutnya, JFC ingin melanjutkan semangat tersebut melalui karya-karya kreatif yang lahir dari Jember.
“Ini bukan hanya sebuah kehormatan. Ini adalah simbol bahwa mimpi dari sebuah kota kecil juga layak berjalan menuju panggung dunia. Terima kasih telah menjadi jalan pertama yang memperkenalkan Cannes kepada Indonesia. Kini izinkan kami melanjutkan jalan itu dari Jember, melahirkan karya serta membuktikan bahwa Indonesia mampu hadir di panggung dunia,” ujarnya.
Bubah menambahkan, pengembangan JFC tidak berhenti pada penyelenggaraan karnaval tahunan. Red Carpet menjadi bagian dari strategi membangun industri kreatif yang mampu menciptakan perputaran ekonomi melalui kolaborasi berbagai sektor.
“Melalui red carpet dan gerakan kreatif di Jember, kami ingin membangun ekosistem yang mempertemukan film, fashion, budaya, pariwisata, UMKM, dan talenta Indonesia sehingga mampu menciptakan perputaran ekonomi yang besar, seperti yang dilakukan Cannes melalui industri kreatifnya,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Bupati Jember Muhammad Fawait terhadap penyelenggaraan JFC 2026. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku kreatif menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing Jember sebagai destinasi wisata kreatif nasional.
Mengusung tema HEAL (Humanity, Earth, and Life), JFC 2026 berlangsung pada 24–26 Juli 2026 dengan puncak Grand Carnival di kawasan Alun-alun Jember. Penyelenggara berharap rangkaian kegiatan tahun ini mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.






