Metaranews.co, Kota Kediri – Anggrek tidak harus tumbuh di tempat khusus dengan perawatan yang rumit. Tanaman berbunga ini juga bisa menghiasi teras rumah, balkon, bahkan pagar. Pesan itulah yang ingin disampaikan melalui Kediri Orchid Show 2026 di Kediri Town Square (Ketos), yang mengangkat tema Orchids for Urban Living.
Pameran yang berlangsung pada Kamis hingga Minggu, 8–11 Oktober 2026, ini menjadi penyelenggaraan pertama Perhimpunan Pencinta Anggrek Indonesia (PAI) Kediri Raya di Ketos. Kegiatan tersebut menghadirkan bursa tanaman, pameran dan kontes anggrek, serta seminar nasional untuk mengenalkan anggrek kepada masyarakat, khususnya di lingkungan perkotaan.
Humas event Kediri Orchid Show 2026 Imania menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih untuk memperkenalkan cara merawat anggrek kepada masyarakat perkotaan. Menurutnya, anggrek dapat ditanam di lingkungan rumah tanpa harus memiliki tempat khusus.
“Anggrek itu tidak harus di tempat yang spesial, di teras rumah, di balkon, mau di tempel di pagar juga bisa,” ujarnya.
Kediri Orchid Show 2026 juga menghadirkan bursa yang diikuti 11 tenant. Pengunjung dapat melihat sekaligus membeli tanaman anggrek dan perlengkapan pendukung budidaya.
Imania menjelaskan, peserta kontes tidak terbatas pada pemilik tenant. Masyarakat umum yang memiliki anggrek juga dapat mengikuti perlombaan setelah informasi pendaftaran disebarluaskan melalui media sosial panitia.
“Siapa pun boleh ikut. Sebelumnya kita sudah membagikan informasi di media sosial, dan masing-masing panitia juga membagikan di story-nya,” jelasnya.
Dalam kontes tersebut, penilaian tidak semata-mata didasarkan pada harga tanaman, melainkan pada penampilan bunga dan kondisi kesehatannya. Posisi bunga yang menghadap ke depan, kondisi bunga yang tidak layu, serta kesehatan akar, batang, dan daun menjadi sejumlah aspek yang diperhatikan juri.
“Juri tidak menilai dari value-nya. Juri menilai dari penampilan bunganya,” kata Imania.
Ia menjelaskan, kontes tersebut memiliki sejumlah kategori penghargaan. Tiga penghargaan utama yang diperebutkan adalah Best of Show, Best of Hybrid, dan Best of Species.
Selain itu, terdapat penghargaan pada masing-masing kelas atau section, yang pemenangnya berpeluang mengikuti penilaian lanjutan untuk menentukan Best of Show.
Imania menyebutkan, terdapat sekitar 90 tanaman yang mengikuti kontes. Peserta berasal dari sejumlah daerah, dengan peserta terjauh yang disebut berasal dari Malang.
Selain pameran dan kontes anggrek ini juga menghadirkan seminar nasional dengan narasumber yang memiliki keahlian di bidang anggrek dari Batu dan Karanganyar.
“Seminarnya kita adakan dengan narasumber nasional, beliau yang sudah master di bidang anggrek, dari Batu sama Karanganyar,” jelasnya.
Menurut Imania, antusiasme pengunjung sudah terlihat bahkan sebelum pembukaan resmi acara. Pengunjung mulai berdatangan dan berbelanja, sementara pada hari kedua jumlah pengunjung dinilainya lebih ramai dibandingkan hari pertama. Ia berharap Kediri Orchid Show dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun, dengan jumlah tenant dan peserta kontes yang semakin bertambah.
“Harapan ke depannya, exhibitor-nya lebih banyak, terus peserta lombanya lebih banyak, peserta seminarnya lebih banyak,” ungkapnya.
Sementara itu, Mira dari Ghunadya Orchid, penjual anggrek asal Papar yang telah berkecimpung di bidang anggrek dan media tanam selama enam tahun, mengatakan bahwa anggrek pada dasarnya cukup mudah dirawat apabila kebutuhan kelembapannya diperhatikan.
Menurut Mira, anggrek dapat ditempel atau ditanam dalam pot. Hal terpenting adalah menjaga kondisi media tanam agar tetap lembap dan tidak terlalu basah, sehingga tanaman tidak mudah mengalami pembusukan. “Pokoknya anggrek itu cenderung di tempat yang lembab, bukan basah,” tuturnya.
Selain menjual tanaman, Mira juga menyediakan media tanam dan pupuk sebagai perlengkapan pendukung budidaya. Ia menyebut media tanam menjadi produk yang banyak dicari dalam usahanya. Menurutnya, penjualan media tanam merupakan salah satu peluang karena ia tidak hanya ingin menjual tanaman, tetapi juga perlengkapan perawatannya.
Untuk jenis anggrek, Dendrobium menjadi salah satu yang banyak dicari pembeli. Mira juga menjelaskan bahwa tanaman yang dijualnya tersedia dalam berbagai tahap pertumbuhan, mulai dari bibit kecil, tanaman remaja, tanaman dewasa, hingga yang sudah berbunga. “Kalau yang paling laris jenis bunganya, Dendrobium,” ujar Mira.
Bagi masyarakat yang baru ingin memulai budidaya, Mira berpesan agar tidak takut mencoba menanam anggrek. Ia menyarankan pemula untuk memperhatikan kelembapan media tanam dan tidak menyiram tanaman secara berlebihan.
“Jangan takut menanam anggrek. Anggrek itu hakikatnya seperti manusia, karena terkadang perlu diajak ngobrol. Jadi kalau menyiram, itu kalau punya anggrek itu diajak ngobrol, ‘Cepat berbunga ya, cepat berbakti ya,’ seperti itu,” pesan Mira.
Antusiasme terhadap pameran juga dirasakan Nanik, salah seorang pengunjung yang datang bersama anaknya.
Ia mengaku mengetahui adanya pameran dari petugas cleaning service ketika berkunjung ke Ketos. Karena menyukai anggrek dan telah memiliki tanaman tersebut di rumah, Nanik memutuskan untuk melihat pameran sekaligus membeli anggrek. “Bagus, soalnya saya memang senang anggrek,” ujarnya saat ditanya mengenai kesannya melihat pameran tersebut.






