Matangkan Rencana Pembangunan Underpass Blimbing, Wali Kota Malang Sempurnakan DED

Metaranews.co
Wali Kota Malang, Sutiaji, diwawancarai tentang rencana pembangunan underpass Blimbing. (dok)

Metaranews.co, Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mempersiapkan underpass untuk memecah kemacetan Simpang 3 Blimbing. Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan bahwa wacana underpass di Kota Malang kini sudah mengarah pada tahap kajian teknis pembangunan. Alasan pembangunan underpass hingga pembiayaan telah dikaji.

“Penyempurnaannya, nanti akan kami buat DED (Detail Engineering Design) yang lebih detail, tentu disesuaikan dengan existingnya (kondisi lapangan),” kata Sutiaji.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, underpass tersebut nantinya bakal dibangun mulai Jalan A Yani ke utara atau setelah Fly Over Arjosari hingga depan eks Carrefour atau selatan Masjid Sabilillah Kota Malang.

Secara ideal Sutiaji mengatakan, underpass memiliki 6 jalur. Yakni sisi kanan 2 jalur, sisi kiri 2 jalur dan di sisi dalam underpass ada 2 jalur. Untuk itu, pihaknya akan memperkuat analisa kondisi lapangan. Sebab lokasi yang akan dibangun underpass saat ini memiliki lebar 22 meter.

Dia memperkirakan, sisi kanan dan kiri underpass akan dibuat jalur selebar masing masing 6,5 meter. Kemudian jalur di dalam underpass diperkirakan akan dibangun sekitar 9 meter.

“Kalau panjangnya (underpass) sudah tidak masalah. Nanti kan kami sampaikan ke Pemerintah Pusat, panjangnya ada 520 meter itu,” jelasnya.

Sutiaji juga mengatakan akan menyediakan pompa air di underpass tersebut. Pompa itu nantinya akan bekerja jika di dalam underpass terjadi genangan air. Disebutkan, air genangan nantinya akan dialirkan ke drainase.

“Jadi saya juga minta dukungan Pemerintah Provinsi. Kabupaten Malang juga mendorong, karena ini kan (jalur) pintu masuk ke Kabupaten juga,” ujarnya.

Sementara terkait masalah kemungkinan harus melakukan pembebasan lahan, Sutiaji akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi. Sebab, Jalan A Yani, Kota Malang merupakan jalur provinsi.

“Insyaallah nanti, ini saya minta ke Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kota Malang segera dilakukan koordinasi dengan DED nya nanti sesegera mungkin,” paparnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Rofi’uddin sebagai pimpinan perguruan tinggi yang dipilih untuk melakukan kajian underpass itu mengatakan, rencana pembangunan ini merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap masalah kemacetan di Kota Malang.

 

“Tim kami yang terlibat cukup banyak, di SK nya ada sekitar 20 orang. Jadi ini dari Fakultas Teknik dan lintas departeman. Tapi sebagian besar menang Fakultas Teknik UM,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *