Netizen Kaitkan Kenaikan BBM dengan Kasus Polisi Tembak Polisi: Prasangkaku untuk Nutupi Kasus Sambo

Twit warganet menanggapi kenaikan harga BBM (Istimewa)

Metaranews.co, Kediri – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baik subsidi maupun non subsidi yang terjadi pada Sabtu (3/9/2022) masih menyisakan tanda tanya di kalangan Warganet. Bahkan tak sedikit yang berspekulasi unik dan nyeleneh.

Salah satu spekulasi dari warganet yakni mengaitkan kenaikan harga BBM dengan kasus yang saat ini lagi viral yakni kasus Ferdy Sambo yang melakukan penembakan kepada Brigadir Yosua.

Bacaan Lainnya

Salah satu warganet dalam twitny mengatakan, “Cah kenapa pemerintah menaikan bbm, suudzonku prasangkaku utk menutupi kasus sambo yg lagi viral saat ini, ada yg prnh kepikiran gini ga,” tulis akun Twitter @KediriFess pada Selasa (6/9/2022).

Twit ini ditanggapi banyak netizen lain, salah satunya @sembarang### yang menyebut “Sepemikiran, soalnya dari dulu dulu kalau ada kasus pasti ada pengalihan isunya,” tulisnya.

Ada juga yang menanggapi dengan lucu yakni akun @full### yang menyebut “engga nder, aku mek kepikiran aku kudu nyapo dino iki😔,” tulisnya.

Beberapa akun juga ada yang berkomentar serius seperti @Shee##### yang menyebut, “Simplenya begini lak km bingung baca istilah2 ekonomi nde link2 berita, emg kmrn pas keputusan kenaikan bbm naik keluar iku pas harga minyak dunia lg turun, tapi nama e harga kan fluktuatif sifate, eh hari ini minyak dunia lagi naik, bu menkeu pun wis memprediksi ini juga,” tulisnya.

“Lagian negara kita wes bkn net exporter minyak lagi, tapi net impoter minyak soale konsumsi minyak di negara kita lebih gede drpd produksi minyaknya sendiri. Jadi pilihane ya antara naikin harga/nambah utang buat anggaran penyedian subsidi(bbm) ini,” dilanjut.

Seperti diketahui ada 3 jenis BBM yang mengalami kenaikan yakni Pertamax sebelumnya diharga Rp12.500 per liter, kini menjadi Rp14.500 per liter. Serta Solar bersubsidi sebelumnya diharga Rp5.150 per liter, menjadi Rp 6.800 per liter.

Kabar tersebut dinyatakan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beserta sejumlah Menteri di Indonesia pada Sabtu (3/9/2022) dan selang waktu beberapa jam keputusan itu diterapkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *