PT Gudang Garam Bawa Cerita Panji ke Surabaya Vaganza 2023

Metaranews.co, Kediri – Pagelaran Surabaya Vaganza untuk memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-730 bakal digelar, Sabtu (27/5/2023). Dalam event tahunan ini akan ada 20 mobil berhias bunga dan budaya, salah satunya dari PT Gudang Garam.

Humas PT Gudang Garam, Iwan Tri Cahyono mengatakan dalam pagelaran Surabaya Vaganza itu pihaknya akan mengangkat tema ‘Puspa Warni Topeng Panji Tanah Jawi’.

Bacaan Lainnya

Dimana nantinya akan menampilkan Cerita Panji merupakan kekayaan budaya Jawa yang tak pernah mati. Cerita ini mengisahkan romansa Raden Inu Kertapati dalam mencari cinta sejati.

Pengembaraan pangeran dari Kerajaan Jenggala ini membuahkan jalinan asmara dengan putri dari empat kerajaan, salah satunya Dewi Sekartaji atau Dewi Galuh Candra Kirana dari Kerajaan Jawa. Alhasil buah perkawinan mereka melahirkan sejumlah kerajaan megah yang memberikan kejayaan dan kemuliaan kepada rakyatnya.

“Sebuah cita-cita luhur yang mengilhami perusahaan rokok terbesar PT. Gudang Garam untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Melalui varian produk yang mengutamakan rasa, PT. Gudang Garam selalu berusaha memberi yang terbaik dengan mengedepankan unsur sosial dan kebudayaan,” jelas Iwan, Rabu (245/2023).

Menurut Iwan, untuk membangkitkan kembali kejayaan Jawa di masa lampau, PT. Gudang Garam mempersembahkan kolaborasi beragam bunga dengan topeng Panji.

“Tema tersebut mengeksplorasi beragam karakter topeng Panji yang menjadi ciri khas Jawa dalam kegiatan Surabaya Vaganza 2023 pada Sabtu, 27 Mei 2023. Sebuah gelaran yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke-730 Tahun 2023,” katanya.

Sebagaimana diketahui karakter topeng Panji Jawa menggambarkan pribadi yang baik, berwibawa, dan bijak. Seperti halnya Panji Asmara Bangun, Panji Kuda Semirang, Panji Kamboja, Panji Serat Kanda, Panji Jayakusuma, Panji Anggraeni, dan Panji Kuda-Narawangsa yang terangkum dalam cerita Ande-Ande Lumut,
Ketek-Ogleng, dan Ragil Kuning.

“Untuk menggambarkan kemegahan Kerajaan Jawa, kami mendesain formasi sedemikian rupa dengan
memasukkan unsur kerajaan secara utuh. Barisan terdepan dipimpin 10 peraga topeng Panji, disusul Raja, dua pangeran di belakangnya, dan enam putri kleting,” katanya.

“Iring-iringan tersebut menjadi garda depan yang mengawal Singgasana dan Ratu, diikuti dua punggawa dan delapan prajurit sebagai penutup barisan. Kami berharap persembahan tersebut dapat menghibur dan memberi semangat masyarakat luas untuk pulih lebih cepat, dan bangkit lebih kuat,” tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *