Pembangunan KKMP di Kediri Tersendat

Kediri
Caption: Wali Kota Kediri, Venanda Prameswati, meninjau pembangunan KKMP di Kelurahan Tosaren, Kota Kediri. Doc: Ubaidah/Metaranews.co

Metaranews.co, Kota Kediri – Keterbatasan lahan non-pertanian di setiap kelurahan menjadi batu sandungan serius bagi pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Kediri, Jawa Timur.

Dominasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) membuat ruang gerak pembangunan fisik koperasi kian sempit.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Kediri, Venanda Prameswati, menegaskan bahwa kendala utama saat ini adalah minimnya lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.

Sebagian besar lahan yang tersedia masuk kategori LP2B dan tidak bisa dialihfungsikan.

“Hambatan kita hari ini ada banyak lahan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau lahan hijau, sehingga yang dibangun kawasan yang non-LP2B dulu,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Kondisi tersebut memaksa Pemkot Kediri memprioritaskan pembangunan di atas lahan yang tidak termasuk zona pertanian berkelanjutan.

Langkah itu diambil agar program pemberdayaan ekonomi melalui koperasi tetap berjalan tanpa menabrak aturan perlindungan lahan hijau.

Sebagai jalan keluar atas keterbatasan tersebut, Pemkot Kediri mempertimbangkan skema pemanfaatan satu lokasi KKMP untuk melayani beberapa kelurahan sekaligus.

“Sebagai solusi atas keterbatasan lahan, Pemkot Kediri tengah mempertimbangkan skema pemanfaatan satu lokasi KKMP untuk melayani beberapa kelurahan sekaligus,” katanya.

Konsep ini dinilai lebih efektif dan efisien, sekaligus mencegah alih fungsi lahan pertanian yang dilindungi negara.

Di tengah keterbatasan lahan, progres pembentukan KKMP di Kota Kediri tetap menunjukkan perkembangan. Hingga kini, tercatat 46 koperasi telah mengantongi akta pendirian.

Venanda menjelaskan, dari jumlah tersebut baru tiga koperasi yang memasuki tahap pembangunan fisik. Ketiganya memanfaatkan aset milik pemerintah kota yang telah memiliki bangunan.

“Progres KKMP kita sudah berdiri, di sini sudah ada 46 koperasi yang sudah memiliki akta pendirian dan baru 3 yang sudah proses pembangunan, lahannya aset pemkot kemudian sudah ada bangunannya itu yang dimanfaatkan,” jelasnya.

Adapun KKMP yang tengah dalam proses pembangunan berada di Kelurahan Ngronggo dan Tosaren. Satu lokasi lainnya di Kelurahan Pojok juga telah dinyatakan siap untuk dibangun.

“With strategi pembangunan di kawasan non-LP2B dan optimalisasi aset daerah kami berharap pengembangan KKMP tetap berjalan bertahap dan merata, tanpa mengorbankan keberlanjutan lahan pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.

Pos terkait