200 Becak Listrik Gratis Dibagikan ke Tukang Becak Kota Kediri, Dilarang Dijual!

Kediri
Caption: Sebanyak 200 becak dari pemerintah pusat didistribusikan di Kota Kediri, Rabu (25/2/2026). Doc: Ubaidhillah/Metaranews.co

Metaranews.co, Kota Kediri – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mendistribusikan 200 becak motor listrik kepada tukang becak ber-KTP Kota Kediri, Rabu (25/2/2026).

Bantuan ini diklaim sebagai bagian dari dorongan penggunaan transportasi ramah lingkungan, sekaligus penguatan ekonomi masyarakat kecil.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan program becak listrik merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat dalam memperluas pemanfaatan transportasi berbasis energi bersih di daerah.

“Dengan adanya becak listrik ini, ini adalah upaya Bapak Presiden untuk mendorong pemanfaatan transportasi yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Ia menyebut, keberhasilan operasional becak listrik sangat bergantung pada ketersediaan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

Untuk itu, Pemkot Kediri akan menggandeng Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam penyediaan fasilitas pengisian daya.

“Untuk ngecas, kita akan kerja sama dengan PLN, dan dari PLN akan menyediakannya,” katanya.

Terkait sasaran penerima, Mbak Vinanda menjelaskan bahwa bantuan diberikan kepada masyarakat kategori desil 1 hingga 5, dengan usia minimal 55 tahun.

Bahkan, dalam proses pengajuan, terdapat pengemudi berusia 80 hingga 93 tahun yang turut mendaftar sebagai calon penerima.

Soal tarif operasional becak listrik, Pemkot Kediri masih melakukan kajian. Ke depan, kendaraan ini tidak hanya difungsikan sebagai alat transportasi alternatif, tetapi juga diproyeksikan menopang sektor pariwisata.

“Tarif becak akan kita kaji dulu, dan ke depan harapannya bisa jadi salah satu penyokong Kediri tourism,” jelasnya.

Mbak Vinanda juga mengingatkan para penerima bantuan agar menggunakan dan merawat becak listrik dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan kendaraan tersebut tidak boleh diperjualbelikan.

“Saya titip pesan kepada Bapak-Ibu sekalian untuk memanfaatkan serta merawat becak ini dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh dijual,” tegasnya.

Salah satu penerima bantuan, Legiran, mengaku bersyukur atas becak listrik yang diterimanya. Sebelumnya, ia masih mengandalkan becak kayuh untuk mencari nafkah.

“Alhamdulillah, bersyukur atas bantuan becak ini. Semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Legiran menuturkan, sejak awal tahun 2000 pendapatannya terus merosot seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, dan menjamurnya berbagai moda transportasi lain. Ia berharap becak listrik mampu mendongkrak kembali penghasilannya.

Program ini digadang-gadang menjadi langkah konkret kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam menghadirkan transportasi ramah lingkungan, sekaligus memperkuat kesejahteraan pengemudi becak di Kota Kediri.

Pos terkait