Metaranews.co, Kota Kediri – Menjelang waktu berbuka puasa, Sabtu (28/2/2026), suasana di sebelah barat Masjid Al Khalid, Kelurahan Semampir, Kota Kediri tampak berbeda dari biasanya.
Di pinggir jalan yang ramai dilalui kendaraan, lantunan selawat menggema syahdu, berpadu dengan tabuhan rebana yang ritmis.
Sejumlah ibu-ibu tampak duduk rapi, mengenakan busana muslim seragam, wajah mereka berbinar menebar semangat Ramadan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi ngabuburit yang rutin digelar setiap Sabtu dan Minggu selama bulan suci.
Alih-alih hanya menunggu azan magrib, jamaah Masjid Al Khalid memilih mengisi waktu dengan melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, menghadirkan suasana religius yang sekaligus mengundang perhatian masyarakat sekitar.
Humas Masjid Al Khalid, Wahyu, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin selama bulan Ramadan.
“Pada bulan suci Ramadan ini, Masjid Al Khalid secara rutin setiap Sabtu dan Minggu mengadakan ngabuburit di pinggir jalan sebelah barat masjid,” ujarnya.
Menurut Wahyu, kegiatan menunggu waktu magrib itu diisi dengan selawat yang diiringi musik rebana. Khusus hari ini, yang tampil adalah kelompok ibu-ibu dari pengurus masjid.
“Ibu-ibu yang tampil ini usianya mulai 40 hingga 70 tahun. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” katanya.
Antusiasme itu terlihat jelas dari cara mereka menabuh rebana dan melantunkan selawat dengan penuh penghayatan.
Meski sebagian sudah berusia lanjut, semangat mereka tak kalah dari generasi muda. Senyum dan kekompakan terpancar di setiap irama yang dimainkan.
Wahyu menambahkan, penampilan kelompok selawat dilakukan secara bergiliran. Setiap hari, pengisi acara berbeda-beda.
“Biasanya kita rolling. Sehari bisa bapak-bapak, remaja, anak-anak, hingga ibu-ibu. Semua berasal dari jamaah Masjid Al Khalid sendiri,” jelasnya.
Para penampil tersebut memang telah memiliki jadwal latihan rebana di hari-hari tertentu. Dengan begitu, setiap kelompok bisa tampil maksimal saat mendapat giliran.
Tak hanya menghadirkan semarak ngabuburit, Masjid Al Khalid juga memiliki program lain selama Ramadan. Salah satunya adalah ngaji lansia, yang diperuntukkan bagi jamaah lanjut usia.
“Selain ngabuburit, kami juga ada kegiatan ngaji lansia. Para jamaah lansia diajari kembali tajwid untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an mereka,” tutur Wahyu.
Tak sampai disitu setiap magrib takjil dan makanan berbuka puasa disediakan bagi jamaah dan masyarakat sekitar yang ingin berbuka bersama.
“Setiap magrib kami juga menyediakan makanan untuk berbuka puasa,” pungkasnya.






