Metaranews.co, Kota Kediri – Di tengah ancaman musim kemarau dan potensi El Nino, stok beras di Kediri maupun nasional dipastikan dalam kondisi aman, bahkan melimpah.
Hal itu terungkap saat Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Endro Hermono, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog Kediri, Rabu (6/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Endro mengapresiasi kinerja Bulog dalam mengelola stok sekaligus menjaga kelancaran distribusi.
Ia menilai, pengelolaan tidak lagi berhenti pada penyerapan hasil panen petani, tetapi juga menyentuh sistem penyimpanan dan distribusi agar kualitas beras tetap terjaga.
“Tidak hanya stok yang lebih, tetapi juga sudah dipikirkan bagaimana penyaluran ke depan agar sirkulasi berjalan baik. Ini penting karena beras kalau salah penanganan, dalam tiga bulan kualitasnya bisa menurun,” ujarnya.
Endro juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran dan manajemen penyimpanan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, langkah teknis yang diterapkan Bulog menjadi faktor krusial dalam mempertahankan mutu beras.
Terkait potensi gangguan seperti El Nino, ia menilai kondisi nasional masih relatif aman.
Dengan stok beras nasional sekitar 5 juta ton, dan konsumsi bulanan sekitar 2 juta ton, cadangan dinilai mampu mencukupi kebutuhan lebih dari dua bulan.
Sementara di Kediri, ketersediaan beras bahkan diproyeksikan mencukupi hingga satu tahun ke depan.
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Kediri, Harisun, menyebut stok beras di wilayahnya saat ini mencapai sekitar 88.000 ton, setara kebutuhan hingga 12 bulan.
“Stok kami sangat aman. Bahkan kami masih terus menyerap gabah dan beras dari petani, sehingga jumlahnya akan terus bertambah,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan stok, Bulog Kediri menyewa sekitar 12 gudang tambahan dengan kapasitas sekitar 23.000 ton yang tersebar di wilayah Kediri dan Nganjuk.
Dalam menjaga kualitas, Bulog menerapkan perawatan rutin berupa penyemprotan setiap bulan dan fumigasi setiap tiga bulan atau sesuai kebutuhan.
Proses fumigasi dilakukan dengan metode penyungkupan beras menggunakan plastic, serta pemberian zat khusus guna mencegah serangan hama.
Selain beras, stok jagung di Bulog Kediri tercatat mencapai 8.500 ton. Namun, jumlah tersebut diperkirakan segera tersalurkan seiring tingginya permintaan, terutama dari sektor peternakan.
Penyaluran beras dan jagung dilakukan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berdasarkan data penerima yang telah diverifikasi pemerintah pusat.
“Mungkin Minggu depan sudah habis karena ada perintah penyakitan SPHB jagung. Semua data sudah diatur Bapanas, kita tinggal menghubungi sauai daftar, mereka membayar ke kita dan langsung bisa dibawa,” pungkasnya.






