Metaranews.co, Kabupaten Jombang – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menyatakan kesiapannya mengikuti kontestasi pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Kesediaan Gus Kikin maju sebagai kandidat disebut berawal dari mandat yang diberikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil rapat resmi yang digelar PWNU Jatim pada Selasa lalu.
“Pada rapat rutin hari Selasa lalu, PWNU Jawa Timur meminta sekaligus menugaskan saya menjadi kandidat Ketua Umum PBNU. Keputusan itu diambil melalui rapat resmi,” ujar Gus Kikin, Senin (27/7/2026).
Gus Kikin mengaku sebelumnya tidak memiliki rencana untuk ikut dalam bursa pemilihan Ketua Umum PBNU. Namun, setelah memperoleh dorongan dan penugasan dari PWNU Jawa Timur, ia akhirnya menerima amanah tersebut.
“Awalnya saya memang tidak ada niatan mencalonkan diri. Tetapi setelah beberapa kali dibicarakan, akhirnya kalau memang ditugaskan, saya terima dan saya siap,” katanya.
Terkait upaya membangun komunikasi dengan pengurus cabang NU menjelang muktamar, Gus Kikin menegaskan kegiatan silaturahmi telah lama dilakukannya dan bukan agenda khusus untuk kepentingan pencalonan.
“Saya ke cabang-cabang memang sudah biasa. Jadi bukan karena muktamar saja,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama menjaga semangat persaudaraan dan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri organisasi dalam menyambut Muktamar ke-35.
Menurutnya, pesan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari adalah membangun NU dengan landasan kasih sayang, persatuan, kerukunan, serta mengedepankan hati nurani dalam berkhidmat kepada organisasi.
“Pesan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari adalah membangun NU dengan niat yang penuh cinta kasih, menjaga persatuan dan kerukunan, serta mengedepankan hati nurani dalam berkhidmat,” tuturnya.
Ia berharap nilai-nilai tersebut tetap menjadi pegangan seluruh warga NU dalam menjalankan organisasi, termasuk selama proses Muktamar ke-35 berlangsung.
“Tetapi memang niatnya dipesankan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, niat yang memang dengan penuh rasa cinta, kasih sayang, bersatu, rukun, dengan mengedepankan hati nurani, jiwa raga. Itu yang memang menjadi pesan dari muassis untuk semua orang yang masuk terlibat di dalam NU,” pungkasnya.






