Ratusan Siswa di Jombang Keracunan MBG

Foto : Puluhan siswa SMPN Kabuh Jombang saat berada di puskesmas Kabuh, Jombang./Karimatul Maslahah/
Foto : Puluhan siswa SMPN Kabuh Jombang saat berada di puskesmas Kabuh, Jombang./Karimatul Maslahah/

Metaranews.co, Kabupaten Jombang — Sebanyak 256 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu (2/9/2026).

Keluhan tersebut membuat para siswa dan guru menjalani pemeriksaan di Puskesmas Kabuh maupun sejumlah fasilitas kesehatan. Hingga Kamis (3/9/2026), sebagian besar telah mendapat penanganan dan diperbolehkan pulang.

Bacaan Lainnya

Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono, mengatakan keluhan kesehatan mulai dirasakan setelah warga sekolah menyantap menu MBG. Salah satu menu yang disajikan adalah udang.

“Makannya kemarin. Menunya udang,” katanya.

Menurut Suprihadiono, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta fasilitas kesehatan untuk menangani warga sekolah yang mengalami keluhan.

“Sudah ditangani sama SPPG. Dihubungi klinik-klinik, dibawa ke puskesmas, koordinasi dengan puskesmas,” jelasnya.

Salah satu siswi, Azura, mengaku mulai merasakan sejumlah keluhan setelah pulang sekolah. Ia mengalami sakit perut, begah, pusing, dan mual.

“Perut rasanya sakit, begah juga, terus pusing dan mual, dari kemarin pulang sekolah setelah makan MBG udang, isinya udang, tahu, sayur sawi,” ungkapnya.

Azura juga mengaku mencium aroma kurang sedap dari menu udang yang disantapnya.

“Baunya gak enak udangnya,” katanya.

Ia menyebut keluhan serupa dialami sejumlah teman sekelasnya. Sedikitnya enam siswa dalam satu kelas mengalami gejala yang sama, terutama diare.

“Yang sekelas ada 6, semuanya merasakan hal sama, diare,” ujarnya.

Sementara itu, Dokter Puskesmas Kabuh, dr. Aditya Bimantara, mengatakan keluhan warga sekolah didominasi diare, kram atau mulas pada perut, serta nyeri lambung.

Berdasarkan pemeriksaan awal, gejala tersebut mengarah pada dugaan keracunan. Namun, penyebab pastinya masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

“Keluhannya didominasi diare, perut mulas dan melilit, serta nyeri lambung. Berdasarkan pemeriksaan sementara, kemungkinan mengarah pada keracunan,” ujarnya.

Aditya mengatakan, dugaan tersebut muncul setelah sejumlah siswa menyampaikan adanya makanan yang memiliki rasa atau aroma kurang sedap. Sebagian besar siswa yang ditanya menyebut menu udang.

“Beberapa siswa sempat saya tanyai mengenai makanan yang rasanya tidak enak atau aromanya kurang sedap. Sebagian besar menyebut udang,” katanya.

Meski demikian, Aditya menegaskan belum dapat memastikan udang sebagai penyebab keluhan kesehatan tersebut.

“Untuk sementara, kemungkinan mengarah pada udang,” lanjutnya.

Tidak ada siswa yang harus dirujuk ke rumah sakit. Siswa yang menjalani pemeriksaan telah mendapatkan obat dan penanganan awal sebelum diperbolehkan pulang.

“Tidak ada, alhamdulillah. Beberapa siswa sudah kami pulangkan setelah mendapatkan obat dan penanganan awal,” pungkas Aditya.

Dinkes Ambil Sampel Makanan

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang dr. Hexa mengatakan pihaknya mengambil sampel makanan dan air dari dapur SPPG yang memasok MBG ke SMPN 1 Kabuh.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami warga sekolah.

Sampel makanan yang diambil meliputi sayuran, udang berbumbu saus padang, nasi, dan pepaya. Petugas juga mengambil sampel air yang digunakan di dapur SPPG.

“Airnya juga, karena kemarin ternyata mengambil air dari isi ulang tetangga sebelah,” ujar Hexa.

Seluruh sampel kemudian dikirim ke BLK Surabaya untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Selain pemeriksaan sampel, Dinkes Jombang juga bakal mengevaluasi kembali Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur SPPG untuk memastikan standar higiene dan sanitasi telah diterapkan sesuai ketentuan.

“Kita lakukan evaluasi SLHS lagi. Sesuai dengan aturan protapnya atau tidak, kita perbaiki lagi,” katanya.

Hexa menjelaskan, penanganan warga sekolah menjadi prioritas sebelum petugas melakukan pemeriksaan ke dapur SPPG.

“Jadi setelah evakuasi untuk pasiennya, kita melakukan tindakan. Yang penting acuan kita untuk pasiennya dulu. Sudah ter-cover semuanya, baru kita cek ke SPPG,” ujarnya.

Berdasarkan validasi Dinkes Jombang, dari 256 warga sekolah yang mengalami keluhan kesehatan, tujuh orang masih menjalani rawat inap di Puskesmas Kabuh.

Sebanyak 74 orang menjalani rawat jalan di puskesmas maupun klinik, termasuk Klinik Mitra Plus dan Klinik As-Syifa. Sedangkan 175 orang lainnya mendapatkan pengobatan secara mandiri.

Keluhan yang muncul antara lain diare, mual, muntah, dan lemas.

Hexa mengatakan, gejala mulai muncul beberapa jam setelah makanan dikonsumsi. MBG disantap sekitar pukul 11.30 WIB, sedangkan keluhan mulai dirasakan sekitar pukul 17.00 WIB setelah siswa pulang ke rumah.

“Makanannya itu kemarin, mulai kejadiannya dari kemarin. Orang dipikir diare biasa, ternyata dihitung banyak,” katanya.

Dinkes menduga keluhan tersebut dapat berkaitan dengan intoleransi makanan atau persoalan kualitas makanan. Namun, pihaknya belum menetapkan makanan tertentu sebagai penyebab.

“Diare, mual-mual, terus kemudian ada yang sebagian muntah. Itu tanda-tanda dari adanya intoleransi makanan atau kualitas makanan,” jelas Hexa.

Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan air masih ditunggu.

Sementara itu, tujuh pasien yang masih dirawat di Puskesmas Kabuh disebut dalam kondisi membaik dan mendapatkan rehidrasi untuk mengatasi lemas akibat kehilangan cairan.

“Sudah bagus kondisinya, paling cuma rehidrasi saja. Mungkin besok pulang,” pungkas Hexa.

Pos terkait