Gus Qowim Ingatkan ASN Kota Kediri Tingkatkan Kinerja dan Bijak Sikapi Isu Global

Kediri
Caption: Apel pagi di Halaman Balai Kota Kediri, Senin (30/3/2026). Doc: Pemkot Kediri

Metaranews.co, Kota Kediri – Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, menekankan pentingnya peningkatan kinerja ASN sekaligus mengajak seluruh jajaran Pemkot Kediri bersikap bijak dalam menyikapi isu geopolitik global yang berkembang belakangan ini.

Pesan tersebut disampaikan Gus Qowim saat memimpin apel pagi di Halaman Balai Kota Kediri, Senin (30/3/2026).

Bacaan Lainnya

Apel diikuti sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Sekretariat Daerah, Dinas Perhubungan, Disbudparpora, Disperdagin, serta aparatur dari Kelurahan Bujel, Balowerti, dan Ngletih.

“Masih dalam suasana bulan Syawal, saya mengucapkan taqobbalallahu minna wa minkum, taqobbal yaa kariim. Mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

“Semoga setelah sebulan lamanya menempa diri di bulan Ramadan dan merayakan kemenangan di hari yang fitri, kita semua menjadi pribadi yang lebih baik. Salah satunya dengan berkinerja yang lebih optimal dalam melayani masyarakat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Qowim, sapaan karib Qowimuddin, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur Pemkot Kediri yang tetap bertugas selama masa libur Lebaran demi memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada petugas Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar, tenaga kesehatan, petugas Lapor Mbak Wali 112, petugas kebersihan DLHKP, BPBD, hingga seluruh personel yang siaga selama 24 jam saat momentum Lebaran.

“Entah itu yang berada di pos pengamanan, di jalan raya, bersiaga di tempat bertugas, maupun siap dihubungi selama 24 jam. Berkat kolaborasi ini alhamdulillah situasi Lebaran di Kota Kediri cukup kondusif dan terkendali,” ungkapnya.

Selain menyoroti pelayanan publik, Gus Qowim juga mengingatkan dampak kondisi geopolitik dunia yang secara langsung maupun tidak langsung dapat memengaruhi Indonesia, terutama di sektor ekonomi, energi, dan ketahanan pangan.

Menurutnya, pemerintah daerah harus mulai menyiapkan langkah antisipasi dan adaptasi menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi ke depan.

“Saya harap Bapak-Ibu bisa mengambil langkah yang paling mudah dimulai dari diri sendiri yakni tidak mubazir, baik itu bahan bakar maupun ketersediaan pangan,” tuturnya.

“Mungkin saja kondisi seperti ini akan menimbulkan sedikit cemas. Namun saya berpesan pada panjenengan untuk tetap bijak dalam menerima segala informasi yang beredar serta pastikan keabsahan informasi dan tidak menebar kecemasan,” imbuh Gus Qowim. (ADV)

Pos terkait