Ratusan Lapak Pasar Ngadiluwih Mulai Diundi

Kepala Disdagin Kabupaten Kediri drh. Tutik Purwaningsih saat diwawancara awak media (Faizza Aura/Metaranews)

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Penataan Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, memasuki tahap finalisasi data pedagang dan zonasi lapak.

Kepala Disdagin Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, M.Si., mengatakan sebanyak 532 pedagang telah masuk pendataan dengan total 664 lapak.

Bacaan Lainnya

“Pengundian lokasi lapak dijadwalkan berlangsung selama empat hari mulai Selasa, berdasarkan kelompok jenis dagangan masing-masing pedagang,” jelas Tutik, Kamis (29/10/2026).

Tutik menjelaskan, zonasi pasar mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) pasar rakyat yang memisahkan area pangan dan nonpangan. Dari pengelompokan jenis dagangan, Disdagin menetapkan 19 kelompok komoditas, mulai dari konveksi, kebutuhan rumah tangga, dan plastik hingga sayuran, peracangan, makanan ringan, warung, serta komoditas los basah seperti daging ayam, daging kambing, dan ikan.

“Jadi, tidak tercampur antara pangan dan nonpangan. Ini juga untuk menjaga keamanan pangan maupun juga untuk memberi tata kelola pasar yang lebih rapi, indah, dan bersih,” kata Tutik.

Dari total 705 lapak yang tersedia, sebanyak 664 lapak telah tercatat untuk 532 pedagang.

Sementara itu, terdapat 75 pedagang dalam daftar tunggu yang belum dapat diakomodasi karena keterbatasan lapak. Disdagin, kata Tutik, akan memberikan solusi sesuai kondisi dan jenis dagangan, termasuk membuka peluang berjualan pada sore hari bagi sejumlah pedagang.

“Jumlah lapak yang tersedia belum mencukupi untuk menampung seluruh pedagang. Saat ini, masih ada 75 pedagang yang masuk daftar tunggu,” kata Tutik.

Pengundian akan dilakukan per kelompok dagangan. Tutik menyebut pedagang sayur menjadi kelompok terbanyak dengan 117 pedagang, disusul peracangan sebanyak 91 pedagang. Penempatan lapak juga disesuaikan dengan kondisi area dan kebutuhan penataan, termasuk mempertimbangkan tampilan serta penggunaan tempat untuk masing-masing komoditas.

Selain pembagian zonasi, Disdagin menyiapkan kartu berlangganan bagi pedagang untuk mendukung sistem retribusi melalui gerbang pasar. “Jadi, nanti teman-teman pedagang itu kalau masuk tinggal tap kartu, kemudian mereka bebas keluar masuk, tidak hanya sekali dua kali. Yang kena retribusi hanya sekali setiap hari, itu untuk pedagang,” jelasnya.

Terkait perpindahan, Tutik menyampaikan peresmian pasar ditargetkan berlangsung pada akhir November atau awal Desember 2026. Setelah itu, pedagang akan mulai memasang perlengkapan dan berpindah ke lapak baru. “Target minggu kedua, maksimal minggu ketiga harus sudah pindah,” ujarnya.

Lusiana, salah satu pedagang aksesori yang telah berjualan selama 27 tahun di Pasar Ngadiluwih, mengatakan ukuran lapak baru membuat ruang berjualannya lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Satu lapak ditetapkan berukuran 1,5 x 2,75 meter. “Ya cuma tempatnya luasnya berkurang,” kata Lusiana. Meski demikian, ia menyatakan akan mengikuti aturan penataan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. “Ya mengikuti iku wae, Mas, ngikuti aturan,” ujarnya.

Lusiana memperoleh satu lapak untuk berjualan aksesori. Ia juga berharap bisa menempati lokasi yang berdekatan dengan ibunya, yang berjualan gerabah. Keinginan itu telah disampaikan kepada petugas, tetapi belum mendapat kepastian.

“Saya ingin lokasi jualan saya jadi satu sama ibu saya, akan tetapi lokasinya berbeda, Ya, mudah-mudahan bisa digabung ,” tuturnya.

Pos terkait