Pasca Kasus Kereta Brantas, Ini Kecelakaan Kereta Terparah dalam Sejarah Indonesia

ilustrasi kereta api indonesia (pinterest)
ilustrasi kereta api indonesia (pinterest)

Metaranews.co, Sejarah – Kasus Kecelakaan kereta api kembali terjadi di Indonesia, kali ini melibatkan KA Brantas dan Truk Kontainer yang mengalami tabrakan di Jembatan Madukoro, Semarang pukul 19.32 WIB (18/07/2023).

Trailer tersebut tiba-tiba mogok sebelum palang pintu ditutup. Sopir dan kernet sempat meminta bantuan kepada penjaga gerbang untuk menghentikan kereta. Truk itu meledak saat ditabrak kereta api dan berhenti di tengah jembatan Madukoro Semarang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Bacaan Lainnya

Di Indonesia sejumlah kecelakaan kereta api juga pernah terjadi, dengan jumlah korban jiwa dan penyebabnya yang beragam. Berikut daftar tragedi kecelakaan kereta api terparah di Indonesia mengutip dari berbagai sumber:

1. Tabrakan Kereta Ratujaya (1968)

Tabrakan ini terjadi antara KA 406 dan KA 309 pada pukul 07.30 WIB di Ratu Jaya, Cipayung, Depok. Dilaporkan 116 orang meninggal dunia akibat dua kereta api yang berlawanan arah bertabrakan. Lebih lanjut, 84 orang mengalami luka berat, dan 52 orang luka ringan.

Saat itu total kerugian akibat tragedi ini mencapai Rp 7,8 juta.

Penyebab tabrakan tersebut adalah miss communication, dimana indikator warna blok persinyalan menyatakan jalur aman, sedangkan KA 406 sedang memasuki jalur tersebut sehingga terjadi tabrakan dengan KA 309.

2. Tragedi Bintaro I (1987)

Tragedi Bintaro 1 merupakan kecelakaan kereta api paling tragis dalam sejarah Indonesia yang menyebabkan 153 orang tewas dan 300 orang mengalami luka berat. Kecelakaan terjadi di KA 220 Patas jurusan Tanah Abang-Merak yang diberangkatkan dari stasiun Kebayoran dengan KA lokal Rangkas jurusan

Rangkasbitung-Jakarta Kota (KA 225) yang diberangkatkan dari stasiun Sudimara.

Peristiwa itu terjadi pada 19 Oktober 1987 di Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan. Penyelidikan menunjukkan kelalaian petugas yang memberi isyarat bahwa KA Rangkas Bitung aman, padahal tidak ada safety statement.

3. Tabrakan Kereta Api 146 Empu Jaya (2001)

Kesalahan pemberian sinyal kembali menjadi biang keladi tabrakan KA 146 Empu Jaya yang menabrak KA Gaya Baru Malam Selatan dengan nomor trip 153.
Sebanyak 31 orang tewas dan 53 orang mengalami luka berat. Tabrakan ini terjadi pada 25 Desember 2001, pukul 04.33.

Diketahui tabrakan ini disebabkan oleh KA 146 yang melanggar sinyal masuk stasiun Ketanggungan Barat.

4. Tabrakan KA Kertajaya (2006)

Kecelakaan ini bermula saat KA Kertajaya hendak memasuki Stasiun Gubug jalur 1, sedangkan KA Gumarang masuk stasiun yang sama di jalur 2. Setelah KA Gumarang melewati pintu keluar, KA Kertajaya mulai tidak sabar dan keluar sehingga masuk jalur. 2, padahal KA Kertajaya belum diberi aba-aba untuk jalan.

Di sisi lain, KA Sembrani yang datang dari arah Jakarta melesat dengan kecepatan tinggi memasuki Stasiun Gubung. Tabrakan pun tak terhindarkan. Dua lokomotif yang bertabrakan itu rusak dan tak berbentuk sehingga dipindahkan ke Sumatera pada 2007.5. KA Sribilah dengan KA Barang Lokomotif BB (2007)

Tabrakan antara KA Sribilah dengan Lokomotif KA Barang BB 30334 diduga karena kelalaian petugas saat memindahkan jalur rel keluar masuk KA. Tak pelak, kecelakaan ini mengakibatkan 9 orang luka berat dan 26 orang luka ringan. Tragedi ini terjadi pada 2 Februari 2007 pukul 08.20 WIB di pintu keluar Stasiun Rantau Prapat, Sumatera Utara.

5. KA Argo Bromo Anggrek (2010)

KA Argo Bromo Aggrek menabrak KA Senja Utama Semarang yang menunggu di Stasiun Petarukan pada 2 Oktober 2010. Kejadian ini terjadi di jalur utara saat KA Senja Utama Semarang menunggu di jalur 3 KA Argo Bromo Anggrek dari arah Jakarta masuk jalur yang sama menyebabkan tabrakan dari belakang.

6. Tragedi Bintaro II (2013)

Tragedi nahas yang menimpa KA di Bintaro kembali terjadi, tepatnya pada 9 Desember 2013. Saat itu, KRL Serpong-Tanah Abang dengan nomor 1131 berangkat dari Serpong pukul 11.01 WIB. Pukul 11.25 WIB, tiba-tiba kereta tidak bisa direm dan terjadi tabrakan dengan kapal tanker Pertamina pada pukul 11.25 WIB.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 11.30 WIB terdengar tiga kali ledakan. Pasalnya, truk Pertamina mengangkut 24.000 liter bahan bakar premium dan melewati perlintasan kereta api di Pondok Betung, Bintaro. Korban yang meninggal dunia dalam tragedi ini sebanyak 5 orang termasuk insinyur, teknisi, dan penumpang.

Itulah beberapa kecelakaan terparah yang tercatat dalam sejarah Indonesia. Semoga kita selalu diberikan keselamatan dari Yang Maha Kuasa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *