Ada Isu Obat Sirup Berbahaya, IAI Kediri Sebut Omset Apotik Turun 30 Persen

Metaranews.co, Kediri – Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kediri Abdul Rofiq, menyebut apotik di Kediri kehilangan omset kurang lebih 30 persen akibat adanya isu peredaran obat dengan kandungan Etilen Glikol berlebih yang mengakibatkan kasus gagal ginjal akut pada anak.

“Penurunan omzet dari bulan sebelumnya mencapai 30 persen. Jumlah tersebut terbilang cukup besar,” kata Abdul, usai mengikuti sidak penarikan obat sirup cair, Selasa (15/11/2022) kemarin.

Abdul menyebut, total ada sebanyak 110 unit apotek yang terdata di IAI Kediri, baik milik pribadi maupun yang bekerjasama dengan investor.

Masing-masing apotek mengaku omzet penjualan turun, seiring ada isu obat sirup dan penarikan ulang produk sirop cair sesuai imbauan BPOM.

Penurunan tersebut terbilang cukup besar, sebab jumlah obat jenis sirop di masing-masing apotek mencakup 50 persen dari total item penjualan.

“Di apotek ada obat jenis sirup, tablet dan puyer. Nah sirup ini di berbagai apotek yang paling banyak persediaannya sebanyak 50 persen. Dampaknya cukup besar penurunan omzet disini,” jelasnya.

Dia menerangkan seluruh apotek sudah sepenuhnya mengikuti imbauan pemerintah, terkait penarikan obat sirup ini. Apalagi ada edukasi dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk mengikuti kabar terbaru BPOM atau Kemenkes, dari penggunaan obat berbahaya bagi konsumen.

“Pasti bisa di retur, tidak ada kerugian, memastikan yang penting menjaga keamanan pasien,” tambahnya.

Adapun 73 jenis produk yang ditarik sesuai rilis BPOM RI obat sirup cair mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) yang melebihi ambang batas.

Kandungan zat ini diduga menjadi penyebab kasus gagal ginjal akut pada anak. Total ada lima perusahaan yang sudah dikenai sanksi karena memproduksi obat dengan cemaran EG/DEG.

Kelimanya yakni PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, PT Afi Farma, PT Samco Farma, dan PT Ciubros Farma.

“Kelima jenis sirup itu, dipastikan tidak ada di diaplay penjualan apotek,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *