Dampak Tragedi Kanjuruhan, Pemkot Malang Fasilitasi Trauma Healing

metaranews.co
Menko PMK Muhadjir Effendy dan Wali Kota Malang Sutiaji usai mengunjungi rumah keluarga korban. (Pratama/Metaranews)

Metaranews.co, Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji tak mau hanyut dalam duka begitu saja karena tragedi Kanjuruhan yang menyita perhatian. Ia memrintahkan jajarannya untuk memberi pendampingan bagi keluarga korban dengan trauma healing untuk anak-anak.

“Ini menjadi perhatian bagi kami (Pemkot Malang). Ada anak yang melihat orangtuanya terinjak, sesak nafas. Ada istri yang melihat anak dan suaminya meninggal, ini pasti membekas,” ujar Sutiaji.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan telah membuat skema trauma healing dan untuk pelaksanaan lapangan, Sutiaji akan bekerjasama dengan Polresta Malang Kota.

“Trauma healing yang sebelumnya kami lakukan dengan Polresta Malang Kota untuk menangani kasus COVID, akan kami lanjutkan. Kami lakukan konseling pada anak maupun keluarga korban yang membutuhkan,” tuturnya.

Berdasar data tragedi Kanjuruhan, ada 65 orang korban yang berasal dari Kota Malang, termasuk 34 orang yang meninggal dunia.

Ia berharap segera ada evaluasi dari musibah tragedi Kanjuruhan ini. Sehingga, ke depan tidak terulang lagi kejadian yang sangat memilukan.

“Ini musibah bersama. Kita ngga mencari siapa yang salah, siapa yang benar. Jangan sampai ada stigma Malang membuat rusuh, karena ini warga saya dan saya ngga ikhlas (bila ada stigma,red),” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *