P-APBD 2026 Disahkan, Jember Bidik Penyerapan Anggaran hingga 95 Persen

Metaranews.co, Jember – Pengesahan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Jember tahun anggaran 2026 menjadi momentum pemerintah daerah memperkuat dukungan anggaran untuk sektor pendidikan.

Dalam Rapat Paripurna IV DPRD Jember, Senin (14/9/2026) siang, Bupati Jember Gus Fawait menegaskan komitmen pemerintah daerah mengawal setiap alokasi anggaran, termasuk dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan daerah.

Rapat paripurna yang digelar di kantor DPRD Jember tersebut mencatat empat agenda utama. Yakni laporan hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD, penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD, persetujuan bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Jember tahun anggaran 2026, serta penyampaian pendapat akhir Bupati Jember.

Usai rapat, Gus Fawait menyampaikan apresiasi terhadap sinergi antara eksekutif dan legislatif hingga proses pembahasan dan pengesahan P-APBD 2026 dapat dirampungkan.

Menurut dia, sinergi tersebut penting untuk memastikan program pembangunan yang telah direncanakan mendapatkan dukungan anggaran. Pemerintah Kabupaten Jember, lanjutnya, akan terus mengawal penggunaan anggaran agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu sektor yang mendapat perhatian besar adalah pendidikan. Gus Fawait menyebut dukungan pemerintah pusat untuk program revitalisasi fasilitas pendidikan di Jember mengalami peningkatan signifikan.

“Alhamdulillah, program dari pemerintah pusat untuk Jember di sektor pendidikan meningkat pesat. Revitalisasi sekolah kita insya Allah naik lebih dari 100 persen dibanding tahun 2025,” ujar Gus Fawait.

Dia menegaskan, peningkatan dukungan tersebut akan diarahkan secara seimbang. Tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga lembaga pendidikan swasta. Cakupannya mulai dari jenjang TK, PAUD, SD hingga SMP.

Untuk memperbesar peluang mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, Gus Fawait juga mengajak anggota DPRD Jember ikut aktif melakukan lobi dan menjemput bola ke Jakarta.

“Artinya, kita bersama-sama, termasuk teman-teman DPRD, menjemput bola ke pemerintah pusat agar dukungan anggaran untuk Jember semakin besar,” katanya.

Sementara itu, terkait sorotan terhadap realisasi anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Gus Fawait menyampaikan bahwa penyerapan APBD Jember secara keseluruhan telah berada pada kisaran 58 hingga 60 persen.

Pemkab Jember menargetkan realisasi penyerapan anggaran hingga akhir tahun dapat mencapai 90 sampai 95 persen. Pemerintah daerah juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah kegiatan yang realisasinya belum maksimal.

Gus Fawait menjelaskan, salah satu faktor yang sempat memengaruhi pelaksanaan pekerjaan fisik adalah penyesuaian harga. Dinamika ekonomi, termasuk fluktuasi harga bahan bakar dan material, membuat sejumlah pekerjaan fisik membutuhkan penyesuaian sebelum dapat dilaksanakan secara optimal.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran. Menurut Gus Fawait, munculnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang bersumber dari efisiensi kegiatan bukan selalu menunjukkan kegagalan penyerapan, melainkan dapat menjadi bagian dari tata kelola keuangan daerah yang sehat.

Meski demikian, Pemkab Jember tetap berupaya agar anggaran yang telah dialokasikan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dengan disahkannya P-APBD 2026, pemerintah daerah berharap pelaksanaan program pembangunan semakin terarah dan mampu memberikan dampak langsung bagi peningkatan pelayanan serta kesejahteraan masyarakat Jember.

Pos terkait