‎Dinkes Kota Kediri Temukan 23 Kasus Suspek Campak, Mayoritas Dialami Anak-anak

‎Metaranews.co, Kota Kediri – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri menemukan sebanyak 23 orang yang masuk kategori suspek penyakit campak pada awal tahun 2026.

‎Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri, Hendik Supriyanto, mengatakan meski ada suspek hingga hari ini belum ada kasus positif campak yang terkonfirmasi di wilayah Kota Kediri.

Bacaan Lainnya

‎“Tahun 2026 belum ada temuan kasus. Namun ada sebanyak 23 orang suspek,” ujar Hendik, Kamis (12/3/2026).

‎Ia menjelaskan, untuk memastikan kondisi para suspek tersebut, pihaknya telah mengirimkan sampel pemeriksaan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BLBK) Surabaya. Hingga kini, hasil uji laboratorium masih dalam proses.

“Karena ada yang suspek, kami mengirim sampel ke BLBK Surabaya dan hasilnya belum keluar,” jelasnya.

‎Hendik menambahkan, sebagian besar dari 23 suspek tersebut merupakan anak-anak yang menunjukkan gejala khas penyakit campak.

‎“Dari 23 suspek mayoritas adalah anak-anak. Gejalanya yang sering muncul adalah demam dan ruam, kadang disertai mata merah serta diare,” ungkapnya.

‎Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kota Kediri telah melakukan penyelidikan epidemiologi guna memastikan kondisi para suspek sekaligus mencegah potensi penularan kepada orang lain.

‎“Kami melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan suspek dan mencegah penularan ke orang lain dengan menghimbau agar melakukan karantina diri di rumah,” katanya.

‎Selain itu, pihaknya juga memperkuat upaya imunisasi campak dengan menelusuri anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

‎“Kami juga memperkuat imunisasi campak dengan mencari dan memberikan imunisasi kepada anak yang belum lengkap imunisasinya,” imbuhnya.

‎Ia pun mengimbau masyarakat agar proaktif membawa anak untuk mendapatkan imunisasi campak-rubela sebagai langkah pencegahan.

‎“Kami mengimbau masyarakat untuk proaktif melakukan imunisasi Campak Rubela pada anak agar mencegah terjadinya KLB,” tegasnya.

‎Mengacu pada informasi Kementerian Kesehatan RI, campak merupakan penyakit infeksi yang sangat menular akibat virus measles. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak dengan gejala awal berupa demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan diikuti munculnya ruam kemerahan pada kulit.

‎Virus campak menular melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin serta melalui kontak langsung dengan cairan hidung atau tenggorokan penderita.

‎Jika tidak ditangani dengan baik, maka campak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, radang otak (ensefalitis), hingga kematian, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh lemah. Pencegahan paling efektif dilakukan melalui imunisasi campak-rubela (MR).

Pos terkait